denpasar

Museum Kereta Api di Bondowoso Dibuka Kembali, Diwarnai Drama Kolosal Tragedi Gerbong Maut

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 24 November 2022 | 11:48 WIB
Museum Kereta Api di Bondowoso Dibuka Kembali, Diwarnai Drama Kolosal Tragedi Gerbong Maut
Aksi drama kolosal tragedi gerbong maut di museum kereta api di Bondowoso. (D.A Wijaya/Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Museum kereta api Indonesia di Kabupaten Bondowoso dibuka kembali pada Rabu (23/11/2022) siang.

Pada pembukaan kembali itu diwarnai aksi drama kolosal yang diperankan oleh anak-anak hingga kaum dewasa di area dalam stasiun Bondowoso yang sudah lama mati suri tersebut.

Drama kolosal yang dimainkan tentang tragedi gerbong maut, dimana 46 pejuang Indonesia asal Bondowoso gugur dalam peristiwa tersebut.

Tragedi gerbong maut sendiri terjadi pada 21 Juli 1947 akibat agresi militer 1 yang dilakukan oleh Belanda.

Dalam drama kolosal itu, nampak sederet kaum perempuan sedang asyik bermain bersama.

Kemudian mereka riang gembira usai mendengar bacaan text proklamasi yang diproklamirkan oleh Presiden Soekarno lewat Radio pada 17 Agustus 1945.

Suasana lantas berubah ketika Belanda melancarkan agresi militer 1 sejak Juli 1947.

Penduduk yang awalnya ditampilkan hidup ceria, tenang dan damai, berubah kembali menjadi kaum tertindas.

Belanda pada agresi militer 1 menyisir dari Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Jember hingga ke Surabaya.

Baca Juga: Kontroversi Ban Kapten One Love di Piala Dunia 2022: Dilarang FIFA, Timbul Aksi Protes

Sampai akhirnya muncul perlawanan dari para pejuang dari Bondowoso dengan cara gerilya.

Banyak pejuang gugur dalam peristiwa itu, namun yang masih hidup disandera dan dimasukkan ke dalam gerbong untuk dikirim ke Surabaya menggunakan moda transportasi kereta api.

Tetapi, dikarenakan muatan terlampau penuh dan minim ventilasi, puluhan pejuang gugur kehabisan nafas di dalam gerbong sesampainya di stasiun Wonokromo, Sidoarjo.

Drama kolosal ditutup dengan perobekan warna biru pada bendera belanda dan menjadi merah putih, bendera Republik Indonesia.

Bendera merah putih itu lantas diserahkan kepada keturunan dari pak Singgih, salah satu pejuang yang gugur dalam peristiwa gerbong maut.

Keturunan dari pak Singgih kemudian menyerahkan bendera merah putih pada Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin, yang diwakili oleh Asisten II Pemkab Bondowoso, Abdur Rahman sebagai lambang diteruskannya semangat perjuangan membangun negeri. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI