Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya

Dwi Bowo Raharjo, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:37 WIB
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari dalam diskusi bertajuk ‘Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya bagi Iklim Usaha’ bersama Suara.com di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Alfian)
baca 10 detik
  • Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menyatakan KPK telah kehilangan masa keemasan sebagai lembaga antikorupsi teladan.
  • Masa emas KPK dipimpin Abraham Samad dengan program kunci Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam.
  • Saat ini koruptor merajalela karena penegakan hukum dijadikan alat menyerang lawan politik penguasa.

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah kehilangan masa emasnya.

Padahal, KPK di Indonesia sempat menjadi contoh bagi lembaga antikorupsi di luar negeri seperti Australia.

Pada masa emas KPK, khususnya saat di bawah kepemimpinan mantan Ketua KPK Abraham Samad, Feri menyebut bahwa KPK memiliki Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam yang saat itu dianggap sebagai salah satu kunci pemberantasan korupsi.

“Nah, kita kehilangan sehingga menghasilkan anak pinak pemberantasan korupsi baru, sektor-sektor baru,” kata Feri dalam diskusi bertajuk ‘Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya bagi Iklim Usaha’ bersama Suara.com di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (4/2/2026).

“Sekarang beranak-pinaknya para koruptor itu merajalela di mana-mana yang akhirnya yang timbul adalah memilih siapa yang kawan, siapa yang lawan, siapa yang harus diberantas, siapa yang tidak perlu disentuh,” tambah dia.

Menurut Feri, model penegakan hukum seperti ini tidak akan pernah berhasil dalam upaya pemberantasan korupsi.

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Saddad pada hari ini. (Antara)
Ilustrasi gedung KPK. (Antara)

Merujuk pada Penelitian Yukihiko Hamada, Feri menegaskan korupsi akan merusak demokrasi.

Dia lantas mengaitkan pernyataan tersebut dengan pemerintahan Presiden Ketujuh Joko Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Kenapa Jokowi dan Prabowo dianggap bermasalah di dalam demokrasi? Karena korupsi dijadikan alat untuk menyerang lawan, bukan korupsi untuk memberantas korupsi,” tegas Feri.

baca juga

Lantas dia mengutip pernyataan Daniel Kaufmann yang menyebut kita itu tidak bisa melawan korupsi dengan memberantas korupsi. Kemudian Feri mengatakan bahwa penegak hukum tidak bisa terus-terusan menangkap orang, khususnya yang berbeda pandangan politik dengan penguasa.

“Saya mau jelaskan korupsi yang pemberantasan korupsi untuk menghajar lawan politik itu cukup kejam,” tandas Feri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai

OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 22:59 WIB

Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan

Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:41 WIB

Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu

Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:31 WIB

Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK

Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:35 WIB

Terkini

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:30 WIB

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:15 WIB

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:04 WIB

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

×