Suara Denpasar - Lebih enak jadi pengusaha di bandingkan dengan wakil bupati Purwakarta. Pernyataan mengejutkan itu diungkapkan Wakil Bupati Purwakarta Haji Aming di kanal Youtube @Om Zein yang dikutip denpasar.suara.com, Minggu (27/11/2022).
Dia bahkan mengaku tertekan dan sakit hati ketika mendampingi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dalam periode pemerintahannya.
Kok bisa? Jangan berpandangan negatif dulu. Haji Aming mengaku dirinya adalah sosok orang yang bebas dan tidak bisa dibatasi maupun diatur dengan protokoler yang ketat. Jadi, dirinya merasa tidak nyaman ketika menjadi pejabat.
"Nah kalau jadi pengusaha, kita kan usaha nih. Uang juga banyak. Kalau jadi wakil bupati, cuma dapat gaji, yang minta banyak," katanya menjawab pertanyaan Om Zein.
"Dulu waktu jadi pengusaha, bisa tiap bulan beli mobil. Saat jadi wakil bupati, malah jual mobil. Kalau sekarang kan, ketika beli mobil bagus itu akan disorot masyarakat karena dikira korupsi," sebutnya lagi.
Untuk itu, nanti usai masa jabatannya berakhir. Haji Aming mengaku akan kembali terjun ke bisnis dan tidak lagi mencalonkan diri sebagai wakil bupati.
Dia merasa pengalamannya sebagai pejabat sudah cukup sampai di sini. "Kapok saya jadi wakil bupati untuk kedua kalinya, banyak sakit hati," sebutnya.
Dia juga menjelaskan selama menjadi wakil bupati, dirinya tentu harus fokus dalam tugasnya. Jadi, sesuai aturan dirinya juga meninggalkan dunia bisnis yang sudah membesarkan namanya.
Otomatis, pendapatannya juga berkurang dan harus pintar-pintar memutar otak guna mengatur keuangan.
Baca Juga: 3 Jenis Kamar Hotel Pilihan RD, Denise Chariesta Ungkap Japri Mesra Jelang Salurkan Hasrat
Jadi, pesan dia, kepada para pengusaha lebih baik jika memiliki uang untuk tidak terjun ke dunia politik.
Lebih bagus, menurut dia, kelebihan dana tersebut untuk mengembangkan usaha yang sudah ada.
"Kepada rekan-rekan sesama pengusaha atau masyarakat yang memang kelebihan uang supaya jangan mau jadi wakil bupati. Jabatan itu nggak enak.kalau punya uang mending dipakai untuk berbisnis," paparnya. ***