Suara Denpasar - Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi kembali ketahuan sedang merenung dan menangis dalam sebuah momen di mobilnya.
Kang Dedi, begitu ia dipanggil memang kerapkali terlihat tiba-tiba menangis saat sedang bercengkrama atau ada momen yang menyentuh hatinya.
Kali ini, Kang Dedi ketahuan menangis jelang buka puasa beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan jika dirinya sedang berpuasa.
Saat itu ia tengah dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Pesantren Al Jauhari, K.H. Jujun Junaedi.
Dalam perjalanan bersama sang sopir, Kang Dedi tiba-tiba meneteskan air mata. Ia pun mengungkapkan hal apa yang membuatnya sampai menangis kala itu.
"Ya kalo ada sedikit-sedikit air mata, saya bukan sedih tentang hal yang saya alami secara pribadi,” ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (28/11/2022).
Ia mengaku menangis lantaran melihat indahnya ciptaan Allah yang ia lihat selama dalam perjalanan.
Terlihat dalam tayangan videonya itu, langit senja berwarna jingga kemerahan. Hal ini menandakan waktu telah mencapai waktu Maghrib.
"Saya lagi merenungi betapa indahnya alam ini, kalo negara, aparatnya melakukan perawatan, melakukan penataan ruang yang baik, melindungi kawasan-kawasan yang hijau, negara ini akan menjadi Negara yang makmur,” ungkapnya.
Baca Juga: Jarang Diketahui! Tiga Fitur Ini Bisa Menambah Kenyamanan Memakai Ponsel
Di waktu yang hampir bersamaan, Anne Ratna Mustika, sang istri yang kini mengajukan gugatan cerai justru kedapatan sedang 'nyinyir' soal kebiasaan Kang Dedi yang suka menangis.
Saat itu Ambu Anne tengah menghadiri acara Gempungan di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Selasa (22/11/2022).
Dalam pidatonya, Ambu Anne sempat menyindir kepemimpinan Bupati sebelumnya yang mewariskan hutang Dana Bagi Hasil (DBH) Desa sebesar miliaran rupiah.
Diduga, Ambu Anne tengah menyindir kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi, yang menurutnya kebanyakan pencitraan.
Ia bahkan menyebut, bupati dulu suka menangis. Netizen pun ramai menyebut bahwa yang dimaksud oleh Ambu Anne ini adalah suaminya sendiri, Kang Dedi Mulyadi.
"Makanya jadi bupati itu yang bener, jangan pencitraan mulu, jangan nangis mulu, nggak tau beneran atau enggak," sindirnya disambut riuh warga desa.