sebagai sarana untuk melampiaskan kekecewaan dan kemarahan pada Kang Dedi.
“Itu harus hati-hati karena bagaimana pun saya adalah ayah dari Nyi Hyang Ayu dan Yudistira. Jadi kan suami ada mantannya, tapi ayah dari anak-anaknya gak ada matanya,” tukasnya.
Kang Dedi Mulyadi juga berpesan ke Ambu Anne bahwa namanya kekuasaan itu ada akhirnya. Nanti bulan September 2023 Ambu Anne mengakhiri jabatan, kemudian mereka semua yang dulu dekat Ambu Anne akan bubar dan mencari alternatif figur baru.
“Dan bisa jadi malah menjadi lawan ambu. Hati-hati dalam politik,” paparnya.
Di tempat terpisah, Kang Dedi Mulyadi sendiri sempat menyatakan tidak percaya perdukunan. Seperti disampaikan dalam Youtube Lembur Pakuan, dia mencontohkan kalau ingin dagangan laris, bukan ke dukun, namun menggunakan rasio, yakni harus konsisten, buka tepat waktu, pelayanan jangan lama, rasa tidak boleh berubah, harus ramah, kebersihan harus dijaga.
“Itu ilmiah. Nah saya mah nggak percaya sama perdukunan atas nama apapun, mau atas nama budaya, mau atas nama agama, saya tidak percaya gitu,” tegas Kang Dedi, 27 November 2022, saat berbincang dengan mantan pekerja seks komersial (PSK) Cilodong asal Cikadu, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, dan tukang sate marangi 'Si Bungsu'. (*)