Suara Denpasar – Jika menyebutkan nama sosok politikus yang memiliki karier panjang di DPR RI saat ini, mungkin tidak banyak. Hanya ada 10-an. Namun, dari yang sedikit itu, I Made Urip, adalah salah satu anggota DPR terlama. Saat ini duduk sebagai anggota Komisi IV DPR RI, bareng Dedi Mulyadi, mantan bupati Purwakarta.
Dikutip dari situs dpr.go.id, politikus kelahiran 31 Desember 1959 asal Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini selalu menang dalam Pemilu dari 1999, 2004, 2009, 2014, maupun yang terakhir 2019. Entah apakah pada Pemilu 2024 mendatang dia akan ikut lagi atau tidak.
Saat ini, Made Urip merupakan anggota Komisi IV DPR RI. Dia duduk di komisi ini bersama Dedi Mulyadi yang menjadi wakil ketua Komisi IV DPR RI.
Dengan jabatannya sebagai anggota Komisi yang membidangi pertanian, di Bali, Made Urip dikenal melalui bantuan-bantuannya ke petani dan peternak. Dia kerap memberi bantuan bibit tanaman, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan).
Sebelum terjun ke politik praktis, Made Urip merupakan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Dia pernah menjadi mahasiswa Universitas Mahasaraswati periode 1980-1985.
Setamat dari kuliah, Made Urip sudah menjadi Korcam PDI pada 1985 sampai 1987. Dia kemudian menjadi wakil ketua DPC PDI Tabanan, lalu jadi Wakil Sekretaris DPD PDI Bali.
Dengan riwayatnya di PDI saat masih Orde Baru, Made Urip tergolong sebagai salah satu kader tulen PDI. Bukan kader loncatan dari partai lain, khususnya dari Golkar, yang banyak terjadi di Bali saat ini, bahkan yang memimpin PDIP di beberapa jenjang struktur di Bali.
Dia menjadi salah satu saksi saat PDI masih merasakan sebagai partai yang “sakit” pada era Orde Baru, di mana kala itu partai penguasanya adalah Golkar.
Meski sebagai pengurus partai, pada saat itu Made Urip sejatinya seorang guru di SMA negeri di Bali. Yakni dari 1985 sampai 1988. Dia juga menjadi staf pengajar di Lembaga Pendidikan Technos Denpasar pada 1987 sampai 1998.
Baca Juga: Sebut Tak Mungkin Nikahi Yessy, Dedi Mulyadi Pilih Desy Ratnasari?
Ketika PDI terbelah, dan yang pro-Megawati mendirikan PDI Perjuangan, Made Urip menjadi salah satu penyokong. Dia pun ikut dalam Pemilu 1999, dan lolos menjadi anggota DPR RI. Kala itu, Wayan Koster, gubernur Bali saat ini belum menjadi bagian dari PDIP.
I Made Urip merupakan salah satu penghuni terlama di DPR RI pasca-Orde Baru. Yakni sudah 23 tahun. Jika genap sampai 2024 tahun mendatang, dia menjadi anggota DPR RI selama 25 tahun.
Mantan guru asal Tabanan, Bali ini sudah menjadi anggota DPR RI sejak 1999, tidak pernah absen dalam Pemilu-Pemilu berikutnya. Kang Dedi Mulyadi pun memberi julukan unik untuk I Made Urip.
“Ini Pak Made Urip tokoh terkemuka dari Bali, anggota DPR RI sepanjang masa,” kata Kang Dedi Mulyadi dalam salah satu tayangannya di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel saat mengenalkan kepada Nikey.
Nikey adalah salah satu anak angkat Kang Dedi Mulyadi. Made Urip sempat bertanya anak angkat ke berapa. Kang Dedi sampai tidak tahu berapa jumlah anak angkatnya, karena terlalu banyak.
Berikut biodata I Made Urip, anggota DPR RI asal Bali ini:
Nama: Drs. I Made Urip M.Si.
Tempat Tanggal Lahir: Tabanan, 31 Desember 1959
Istri: Ni Made Usmantari
Anak: 2
Pendidikan:
· SD Negeri 1 Tua (1966-1972)
· SLTP Widya Bhakti Tua (1972-1975)
· STM Negeri Denpasar (1976-1979)
· S1 Pendidikan Keguruan Universitas Mahasaraswati (1980-1984)
· S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2000-2004)
Riwayat Organisasi
· Pengurus PLENI KNPI Bali
· Aktivis GMNI
· Ketua Penggalangan Dana untuk Masyarakat Bali
· Korcam Partai Demokrasi Indonesia (1985–1987)
· Wakil Ketua DPC PDI Kabupaten Tabanan (1988–1994)
· Wakil Sekretaris DPD PDI Provinsi Bali (1994–1998)
· Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali (1998-2000)
· Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali (2000–2005)
· Ketua Bidang Pertanian DPP PDI Perjuangan (2015–2019)
· Ketua Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP PDI Perjuangan (2019–2024)
Riwayat Pekerjaan:
· Guru SMA Negeri di Bali (1985–1988)
· Staf Pengajar Lembaga Pendidikan Technos Denpasar (1987–1998)
· Anggota DPR RI (1999–2004, 2004–2009, 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–sekarang) (*)