Suara Denpasar - Kicau mania masih banyak yang menanyakan kapan burung Murai Batu siap untuk diturunkan dalam perlombaan atau gantangan.
Murai Batu atau Kucica Hutan menjadi salah satu burung primadona bagi kicau mania. Di setiap perlombaan kicau burung, Murai Batu menjadi salah satu yang selalu ditunggu.
Nah, bagi pemelihara Murai Batu kadang masih ragu untuk membawa burung kesayangannya ke gantangan.
Dikutip dari kanal Youtube Umpanae Kicau, Om Sanda, seorang kicau mania yang konsisten membahas tentang Murai Batu memberikan jawabannya.
Dia awalnya menjawab sebuah pertanyaan dari seorang warganet yaitu Murai Batu yang nafsu makannya mulai turun terhadap voer dan jumlah kotorannya menurun. Burungnya juga tidak gacor seperti sebelumnya.
Akan tetapi, saat dibuka kerodong, burung tersebut sensitif dan langsung berkicau.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bukan hal yang buruk. Sebab, ada tanda burung itu mulai birahi dan siap untuk digantang.
Tandanya adalah, voer mulai tak bernafsu, namun exra fooding lainnya seperti kroto dan jangkrik masih lahap.
"Coba digantangkan, berikan kotro dan extra fooding lainnya," kata dia dikutip dari Suara Denpasar, Sabtu (25/12/2022).
Baca Juga: Daftar 6 Pekerjaan Utama yang Paling Banyak Digeluti Warga Bali, Perdagangan Nomor 1
Dia juga menjelaskan, dengan melihat kondisi bahwa burung tersebut tidak mengembangkan bulu dan aktif berkicau ketika dibuka kerodongnya.
Sebagai catatan, kondisi setiap burung berbeda-beda. Namun, yang dijelaskan dalam artikel di atas adalah untuk kasus satu burung yang dimiliki oleh seorang warganet bernama Rifai.(*)