Suara Denpasar - Gading Marten dan Gisel Anastasia didoakan netizen Indonesia untuk rujuk kembali. Permintaan netizen itu dengan satu alasan yaitu demi putri kesayangan mereka, Gempi.
Sejak bercerai, Gempi diasuh oleh ibunya, Gisel Anastasia. Meski ayahnya sering mengunjunginya, tapi rasanya kurang lengkap sebagai keluarga yang utuh.
Gading Marten dan Gisel Anastasia disebut-sebut sebagai contoh yang baik. Karena meskipun sudah bercerai keduanya tetap menjaga hubungan baik untuk menjaga psikologi anak mereka.
Saat ini Gading dan Gisel sedang berlibur di London bersama Gempi. Kebahagiaan mereka terekspose di Instagram Gading dan Gisel.
Baik Gading maupun Gisel tidak sungkan-sungkan membagikan keharmonisan mereka. Kedua kompak mengupload foto yang diambil saat mereka mengunjungi beberapa spot wisata di kota London.
Netizen yang melihat keharmonisan mereka terutama kebahagiaan yang tampak dari wajah Gempi, lantas mendoakan agar Gading dan Gisel bisa rujuk kembali.
Dilihat dari kolom komentar Instagram Gading Marten pada, Sabtu, (31/12/2022), banyak netizen berharap agar mereka bersatu kembali. Bahkan mendoakan agar mereka bisa rujuk di tahun 2023 ini.
"Bismilah 2023 #RUJUK @gadiiing @gisel_la, jayaa...jayaaa...jayaaa," tulis @imul.nii.
"Rujuk aja atuh Papa @gadiiing Dan mama @gisel_la seindonesia ngedukung demi gempi Dan jadikan masa lalu sebagai pelajaran bangun keluarga yg harmonis semoga ini kado natal teristimewa bagi gempi," komentar @nastiznd.
Baca Juga: Hasil Laga dan Klasemen Sementara Grup B Piala AFF 2022: Tiga Tim Teratas Semakin Sengit
"Banyak sekali yang mendoakan keluarga ini bersatu lagi. Semoga Tuhan mengabulkannya. @gadiiing dan @gisel_la bisa bersatu lagi. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Semoga mereka ingat lagi janji pernikahan mereka. Dan tergerak untuk rujuk lagi," ucap @quinn_blessed.
Untuk diketahui, ditengah liburan Gading, Gisel dan Gempi, baru-baru ini beredar kabar bahwa Gading Marten telah menikah dengan Luna Maya.
Namun begitu baik Gading maupun Luna Maya tidak mempersoalkan hal itu. Karena kabar itu sengaja dibuat-buat dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*/DInda)