Suara Denpasar - Gusti Ngurah Anom, begitu nama lengkap pria asal Buleleng 5 Maret 1971 ini lahir dan dibesarkan di daerah Tangguwisia, sebuah desa kecil di kecamatan Seririt, kabupaten Buleleng , Bali.
Pria yang akrab disapa Ajik Krisna itu adalah Sultan Bali. Sosok pengusaha papan atas dan kaya raya di tanah Dewata.
Namun, sebelum menjadi seperti sekarang ini. Dikutip dari laman Krisnabali, Kamis 5 Januari 2023.
Ajik Krisna yang lahir dari rahim Made Taman, saat kecil dikenal sebagai sosok yang bandel.
Tinggal di rumah berbahan dasar tanah liat dan tentu lantainya juga dari tanah liat. "Jika dipegang, temboknya bisa goyang," kenang Ajik Krisna dikutip dari kanal YouTube @Boy William soal masa kecilnya yang begitu sederhana.
Dia nekat merantau ke Denpasar setelah mimpinya masuk SMA kandas. Di Denpasar tanpa sanak saudara, dia menumpang di Pos Satpam Hotel Rani.
Perjuangan Ajik Krisna remaja didukung oleh owner Hotel Rani dan dia diperbantukan untuk mencuci mobil. Dari sana nafkah awal dia dapat.
Dia juga membantu pamannya yang bergerak di usaha konveksi dan berkenalan dengan Ketut Mastrining, yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya.
Usahanya menanjak setelah mendapat kepercayaab bos konveksi yakni Pak Sidharta pemilik Konfeksi Sidharta. Singkat kata dia akhirnya membuat konveksi sendiri bernama Cok Konfeksi.
Baca Juga: Waspada Gelombang dan Ombak Besar Masih Terjadi di Perairan Bali, Satu Jukung Terbalik
Pun membuka toko baju kaos yang akhirnya menjelma dan menjadi cikal bakal Krisna Oleh-Oleh di wilayah Jalan Nusa Indah.
Karena mendirikan Cok Konfeksi, awalnya Ajik Krisna dipanggil Pak Cok. Dan setelah membuat Krisna Oleh-Oleh, kini dia dipanggil Ajik Krisna. ***