Suara Denpasar - Tiko akhirnya membongkar alasan di balik kehidupannya tanpa penerangan listrik dan air selama 12 tahun di rumah mewah terbengkalai.
Semenjak kedua orangtuanya, Eny dan Herman Mudji Susanto berpisah, kondisi ekonominya pun menurun. Disusul dengan depresi ibunya yang semakin parah.
Tiko dan Eny menyambung hidup dengan berjualan gorengan dan mulai menjual perabotan rumahnya di tahun 2015.
Sementara itu, untuk penerangan listrik dan air Tiko mengaku sudah diputus tak lama sejak sang ayah pergi.
“Listrik dicabut itu sudah dari agak lama papah pisah sama mamah di tahun 2011 kalau gak salah. Itu listrik berbarengan dengan air dicabut. Jadi kondisi rumah seperti ini,” kata Tiko, dikutip dari kanal youtube Ngobrol Asix, Sabtu (07/01/2023).
Untuk air bersih, Tiko mengaku mendapat bantuan dari tetangganya.
“Tetangga-tetangga peduli sih, jadi di sebelah rumah itu ada yang membantu kalau untuk air bersih ambil seember-seember,” lanjutnya.
Sebenarnya, ia mengaku tetangganya sempat menawari untuk memberi penerangan listrik, namun entah kenapa sang ibu selalu menolak.
Akhirnya mereka pun menggunakan lilin untuk penerangan di malam hari. Hingga kini Tiko mengaku tak mengetahui alasannya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Indra Bekti, Makin Membaik Ditandai Perubahan Warna Kulit
Namun kini sang ibu sudah terbiasa berada di kegelapan, bahkan jika ada penerangan dari Hp sekalipun ia langsung marah.
“Sampai saat ini aku juga gak tahu alesannya, cuma yang jelas karena sekarang ini kan terbiasa di gelap, mengurung diri di rumah. Jadi kalau aku menggunakan penerangan dari flash hp, itu mamah marah,” ucapnya.
Dengan alasan itulah, akhirnya Tiko memutuskan untuk mengikuti sang ibu hidup tanpa penerangan listrik selama 11 tahun lamanya. (Rizal/*)