Suara Denpasar - Sejumlah kanal YouTube konsisten mengunggah konten tentang Luna Maya dan Gading Marten. Akan tetapi, isi dan judulnya berbeda jauh.
Salah satunya adalah video YouTube mengenai Gading Marten yang ngamuk usai Ariel Noah memaki Luna Maya wanita murahan.
Dalam Konten YouTube yang diunggah oleh akun YouTube Vemi Liar, akun YouTube tersebut menuliskan judul dengan huruf kapital besar 'SADlS!!DETIK-DETIK GADING NGAMUK USAI ARIEL KATAI LUNA MAYA MURAHAN, GEMPI MENANGIS DI PELUKAN LUNA'.
Dalam video tersebut, juga memperlihatkan gambar Luna Maya, Gading Marten, Ariel Noah, dan Gempi.
Jadi bisa dikatakan, untuk orang awam yang tidak tau kebenarannya pasti bakal tertarik untuk menonton video tersebut.
Dalam video tersebut Narator menjelaskan bahwa Gading Marten sedang diuji kesabarannya setelah melihat Luna Maya ditampar oleh Ariel Noah.
Selain itu, narator tersebut juga menjelaskan bahwa selain menampar mantan kekasihnya tersebut, Ariel juga mengatai Luna Maya 'Murahan'.
"Siapa yang tidak sakit hati saat sang kekasih dikatai oleh mantan kekasihnya dulu. Ya kali ini nampaknya Gading Marten sedang diuji kesabarannya lantaran Luna Maya dicibir oleh Ariel Noah hingga dikatai wanita tak punya harga diri," bunyi narasi dalam video berdurasi 3 menit itu.
"Berbicara soal Luna Maya, pastinya sampai saat ini banyak orang yang langsung teringat dengan sosok Ariel Noah sang mantan kekasih," bunyi narasi yang ada akun Youtube Vemi Liar tersebut.
Baca Juga: Klasemen Liga Italia Terkini: Napoli Kokoh di Puncak, AC Milan Gagal Salip Juventus
Dilihat Suara Denpasar, video tersebut hanya menampilkan judul dan potongan foto yang bombastis, tanpa diketahui kebenarannya.
Hal itu bisa dibuktikan dengan tak ditemukan video atau pernyataan Gading yang mengamuk usai Ariel memaki Luna Maya murahan hingga Gempita yang menangis di pelukan Luna Maya.
Tak ditemukan juga video atau pernyataan Ariel memaki Luna Maya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video dari YouTube Vemi Liar tersebut, merupakan video YouTube yang masuk dalam kategori misleading content, dan diharapkan masyarakat berhati-hati dengan jenis video tersebut di Media Sosial yang ada.(Askara/*)