Suara Denpasar - Duet kepemimpinan Yoyok Sukawi dan Junianto sebagai CEO dan Komisaris PSIS sempat berlangsung mesra.
Kemesraan Yoyok Sukawi dengan Junianto terjadi saat musim BRI Liga 1 2021/2023.
Di tengah kesibukannya, Ebes Anto demikian ia bisa dipanggil menyempatkan diri mengurus PSIS Semarang.
Mulai berkunjung saat pemain sedang latihan, memberikan suntuk semangat melalui bonus yang dijanjikan.
Tidak berhenti di sana, Junianto juga membelikan sebuah bus untuk mengantarkan para pemain latihan maupun bertanding.
Selain itu, juga membangun office serta training center di kota Semarang.
Sayang kemesraan itu tidak berlanjut saat kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 dimulai.
Junianto menyatakan pamit dari PSIS Semarang hingga menarik perusahaan miliknya sebagai sponsor.
Kini muncul rumor, jika Bus yang pernah diberikan ditarik kembali. Termasuk TC yang dibangun berubah fungsi.
Dari sebelumnya TC untuk PSIS Semarang kini berubah menjadi Training Center Charlie Sport Football.
Padahal Training Center menjadi salah satu fasilitas yang digembar-gemborkan akan dibangun oleh PSIS Semarang di awal musim ini.
Meski demikian, Junianto masih tercatat sebagai pemenang 30 persen saham PSIS Semarang.
Jabatan sebagai Komisaris Klub PSIS Semarang juga masih dipikulnya. Setidaknya jabatan itu masih tertulis jelas di Bio Instagram pribadinya, @anto_van_java.
Dilansir Suara Denpasar dari perbincangan Yoyok Sukawi dengan pemilik Channel Youtube Candra Margatama, Anggota DPR RI itu memberikan penjelasan.
Yoyok Sukawi mengatakan, dalam sebuah rumah tangga ketidakcocokan itu adalah hal wajar.
Dalam masa pacaran juga kadang ngambek bahkan sampai putus.
Kondisi itu, kata Yoyok dilansir dri Youtube Chandra Margatama, tayang (6/12/2022) juga bisa di sebuah perusahaan.
"Dalam perusahaan perseroan terbatas (PT) hal itu juga menjadi hal biasa. Investor bisa datang dan pergi jika tidak ada kecocokan," kata Yoyok Sukawi.
Pun demikian ia menilai (Junianto) sebagai investor PSIS Semarang yang datang lagu pergi menjadi hal biasa terjadi.
“Ada investor masuk lalu mau keluar, itu sebenarnya bukan hal baru. Jadi sebenarnya tidak ada masalah. Memang dinamikanya seperti itu,” kata Yoyok Sukawi
“Beliau mungkin merasa kurang nyaman di PSIS. Ini begini, kalau sudah tidak mau yang tidak boleh dipaksa. Tapi kau masih mau monggo,” tegas Yoyok Sukawi. (Putra Bara/*)*