Suara Denpasar – Ketua RT 06 RT 02, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Noves Haristedja memberikan kabar terbaru tentang kondisi Bu Eny, ibu dari Tiko yang viral karena tinggal di rumah mewah terbengkalai tanpa listrik dan air.
Noves mengatakan, setelah dibawa ke RSJ Duren Sawit, kondisi Bu Eny berangsur-angsur membaik. Dia menyebutkan beberapa ciri mengapa kondisi Kesehatan jiwa Bu Eny semakin membaik.
“Bu Eny sudah bisa pakai baju sendiri, bisa melayani diri sendiri,” kata Noves dikutip dari kanal Youtube Intens Investigasi, yang tayang Rabu (18/1/2023).
Dia mencontohkan, beberapa hari lalu, bersama istri dan warga lainnya datang menjenguk Bu Eny. Dikatakan, saat bertemu Bu Eny, Noves mencium tangannya. Namun, Bu Eny juga membalas cium tangan Noves.
“Selasa saat ketemu saya cium tangan dia, dia cium tangan saya,” terang dia.
Yang lebih menggembirakan lagi, kata Noves, Bu Eny juga sudah mengenali sejumlah warga. Termasuk Noves.
“Perubahannya udah jauh. Mengenali, Noves, Ina, Yoyo,” kata Noves.
Perangai Bu Eny juga mulai berubah. Bila sebelumnya dengan ucapan yang menohok seperti orang menembak omongan, kali dijenguk Noves sudah berangsung normal
“Ngomong juga berubah. Sebelumnya nembak. Ini enggak. Ngomongnya orang Jawa gimana, lembut,” tuturnya.
Baca Juga: Fix! Ketua RT Noves Ungkap Fakta soal Kabar Temuan Brankas di Rumah Tiko dan Bu Eny
Secara umum, Noves pun mengatakan, Kesehatan jiwa Bu Eny setelah mendapat perawatan di RSJ Duren Sawit sudah mengalami peningkatan signifikan. Bahakn sudah mendekati 100 persen.
“Sudah 90 persen lebih,” papar Noves.
Soal kepulangan Bu Eny dari RSJ, Noves belum bisa memastikan. Karena menunggu sampai sembuh total.
Saat hadir dalam podcast Youtube CERITA UNTUNGS, Tiko sempat menjelaskan bahwa Kesehatan jiwa ibunya memang semakin memburuk dalam tiga tahun terakhir. Suka ngamuk dan bicara sendiri.
Kondisi itu setelah Bu Eny bercerai dengan Herman Moedji Susanto sekitar 2015. Setelah pisah dengan suaminya, BU Eny hanya tinggal di rumah itu bersama Tiko.
Kemudian kondisi keuangannya kian memburuk. Berjualan kue untuk dititip di warung tidak berjalan dengan baik. Akhirnya jual perabotan rumah tangga.
Semakin lama, kondisi ekonominya makin memburuk. Jiwanya juga terganggu. Listrik dan air PAM juga dicabut. Sehingga hidup tanpa listrik dan air.
Sedangkan Tiko harus putus sekolah saat SMP, kemudian merawat belasan tahun ibu yang mengalami ODGJ. Tiko kerja sebagai security kompleks perumahan agar ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. (*)