Suara Denpasar - Setiap partai politik mulai mengatur strategi untuk berkompetisi pada ajang Pemilu 2024 mendatang, salah satunya adalah Partai Golongan Karya (Golkar) Bali.
Pada Pileg (pemilihan legislatif) 2019 Provinsi Bali mendapat jatah 9 kursi DPR RI. Dari 9 kursi tersebut, 2 diantaranya adalah kader Partai Golkar yaitu Gede Sumarjaya Linggih (114.104 suara) dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra (66.712 suara).
Sedangkan untuk Pileg 2024 mendatang, Golkar Bali menargetkan menambah 1 kursi di DPR RI. Target tersebut merujuk pada kemenangan tahun 2019 adalah kemenangan 2 gemuk (banyak suara pemilih)
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Muammar Kaddafi.
"Kalau di Bali saat ini kan kita sudah punya 2, dan sangat mungkin kita bisa naikkan menjadi 3. Karena 2 kemarin bisa dikatakan dua gemuk lah," kata Muammar Kaddafi, Jumat, (20/1/2023).
Sementara untuk DPRD Provinsi Bali, Kaddafi mengatakan bahwa partainya akan berupaya memenangkan 20% dari total 55 kursi yang telah dialokasikan oleh KPU Bali.
"Target kita untuk Provinsi ya memang sesuai arahan pusat instruksikan agar menargetkan 20%, minimal itu 20%," sambungnya.
Lebih lanjut Direktur Eksekutif Badan Saksi Nasional Partai Golkar Provinsi Bali itu mengatakan, Partai Golkar Bali telah mempersiapkan perangkat-perangkat untuk mencapai target tersebut pada Pemilu 2024 mendatang.
"Sejauh ini persiapan bisa dikatakan cukup baik, dalam rangka Pemilu 2024 ini kita sudah siapkan perangkat organisasinya mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, tingkat Kecamatan, Desa bahkan rekrutmen saksi juga sudah kita siapkan," pungkas Kaddafi. (*/Dinda)
Baca Juga: Harga LPG 3 Kg Dan Air PDAM Naik Bersamaan, IRT di Karangasem Merasa Tak Baik-baik Saja