Suara Denpasar – Bintang liga Inggris Jairo Riedewald dikabarkan di naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Pemain yang memperkuat klub Crystal Palace tersebut merupakan wonderkid di liga top Eropa.
Bahkan pemain tersebut dinyatakan sah membela Timnas Indonesia, dalam proses naturalisasi tersebut Erick Thohir dilibatkan untuk alih kewarganegaraan pemain asal Belanda tersebut.
Pemain yang dikatakan asli tanah Papua itu mendapat paspor Indonesia merupakan gebrakan pertama Erick Thohir.
Hal ini disampaikan akun Youtube INFO BOLA dengan judul ‘SAH BELA TIMNAS!! STRIKER GANAS TERBAIK PREMIER LEAGUE KETURUNAN PAPUA RESMI DI NATURALISASI’
“Langkah pertama Erick Thohir rekrut pemain keturunan Indonesia asli Papua bintang Liga Inggris,” bunyi narator dalam video berdurasi 1 menit tersebut.
“Bakal calon Ketua Umum PSSI terbaru bapak Erick Thohir dilaporkan melirik 1 bintang Eropa berkulit hitam yang saat ini bermain di Liga Inggris, dialah Jairo Riedewald, diincar Erick untuk memperkuat lini pertahanan Indonesia,” tambah keterangan dalam video yang sudah ditonton sebanyak 101 ribu kali dari sejak awal publish pada (18/1) lalu.
Setelah ditelusuri Suara Denpasar kabar tersebut tidaklah terbukti kebenarannya. Penggalan video konferensi pers Erick Thohir tidak membahas tentang naturalisasi pemain yang dimaksud.
Baca Juga: Aneth Koeswoyo: Aku Pernah Diperkosa, Tapi Enak-Enak Saja
Karena setelah dicek ternyata penggalan video itu merupakan jumpa pers Eric Thohir saat mendaftarkan diri menjadi Ketua Umum PSSI.
Sedangkan potongan video wawancara dengan Jairo Riedewald adalah tentang impian pemain dengan klubnya (Crystal Palace) dan tidak ada hubungannya dengan naturalisasi.
Terakhir, yang menguatkan video itu adalah hoax yakni jabatan Erick Thohir yang saat ini menjadi Menteri BUMN dan bukan merupakan kewenangannya untuk menangani proses naturalisasi.
Sebab ia masih dalam tahap pendaftaran menjadi bakal Ketum PSSI pada Kongres Februari nanti.
Jadi dapat disimpulkan gambar-gambar yang ditampilkan dalam video merupakan hasil manipulatif kreator dan tidak terbukti kebenarannya atau hoax.***