Suara Denpasar - Pengacara Farhat Abbas menyoroti gaya berpakaian dan dan aksi panggung Bunda Corla ketika menggelar konser pada Sabtu (21/1/2023) di Jakarta.
Menurut Farhat Abbas tingkah laku Bunda Corla justru merusak seni dan budaya di Indonesia. Dia pun meminta pemerintah Indonesia menghentikan aksi Bunda Corla Karena dinilai mempertontonkan jogetan porno di atas panggung.
"Negara harus menghentikan aksi brutal goyang porno Mamang @corla_2 yang terkesan menghibur, tapi merusak seni dan budaya Indonesia!" tulis Farhat Abbas dalam Instagram Story yang diunggah oleh akun @rumpii_asiik, dikutip denpasar.suara.com, Selasa (24/1/2023).
Dengan alasan itu, melalui Insta Storynya itu, Farhat Abbas meminta Bunda Corla untuk kembali ke Jerman dalam kurun waktu dekat, sebelum ia melaporkannya ke polisi dan LSM Hajar Indonesia.
"Segera pulang ke German tempat berpakaian sopan di @mcdonaldsid 7 hari dari sekarang, sebelum kami laporkan @divisihumaspolri @kanimjaksel LSM Hajar Indonesia - FA," tulisnya.
Menanggapi penilaian Farhat Abbas kepada Bunda Corla itu, Niluh Djelantik, seorang aktivis perempuan asal Bali mengatakan bahwa orang yang membenci Bunda Corla adalah orang yang mencintainya dengan cara yang keliru.
"Corla adalah Corla. Yang membencinya sesungguhnya mencintainya dengan cara yang keliru," tulis Niluh Djelantik di Instagramnya @niluhdjelantik.
Menurut Niluh Djelantik, apa yang dilakukan Bunda Corla tidak lebih dari tujuannya untuk menghibur. Tidak hanya itu pengusaha sepatu asal Bali itu bahkan blak-blakan mendukung Bunda Corla.
"Terima kasih Bunda, atas tawa canda dan air mata. Kau tunjukkan hakikat dasar seorang manusia yang tak sempurna. Dan ketidaksempurnaanmu itu yang membuatku jatuh cinta."
Baca Juga: Sesal Jaksa Usai Bos Indosurya Divonis Lepas: Akan Saya Laporkan Ke Presiden Hakim Ini!
"Tetaplah bersinar. Bangun istanamu gunakan batu yang mereka lontarkan ke arahmu. Stay shining. Build your castle with the stones they throw at you. Bunda i have your back," tutup Niluh Djelantik. (Rizal/*)