“Biasanya dia juga titipin barang yang sudah tidak berharga, contohnya STNK yang sudah tidak berlaku, HP yang sudah wafat,” ujar dia.
Dia pun berpesan kepada yang sedang menjalankan usaha warung kelontong untuk berhati-hati terhadap pembeli nakal seperti itu.
“Karena dia (pembeli nakal itu) persis sama dengan orang yang kita cintai tapi cuma memberikan harapan palsu,” ucapnya lantas tertawa. (*)