Suara Denpasar- Laga di pekan 23 dan 24 banyak diwarnai dengan keputusan kontroversial oleh wasit, seperti laga Persib Bandung vs PSM Makassar.
Keputusan kontroversial lainnya juga terjadi kala Peresija Jakarta vs Arema FC yang bahkan sampai berbuah gol lantaran offside namun tetap dianggap onside.
Keputusan kontroversial lainnya juga terjadi kala Persis Solo vs Borneo FC yang berakhir dengan skor sama kuat 1-1.
Wasit yang memimpin pertandingan tersebut juga tidak lepas dari kritik pelatih Persis Leonardo Medina.
Dia menilai Liga 1 membutuhkan peningkatan terhadap perangkat pertandingan dalam hal ini wasit, termasuk juga penggunaan VAR.
“Saya akan berkata jujur, bahwa Liga 1 sangat butuh untuk peningkatan terhadap perangkat wasit yang jauh lebih baik. Setidaknya melalui penggunaan VAR saat pertandingan berlangsung," kata Leonardo Medina dari laman resmi Persis, 12 Februari usai lawan Borneo FC dikutip pada Rabu (15/2).
Usai laga melawan Borneo FC, skuat Persis Solo akan menjalani laga di pekan ini dengan melawan PSIS Semarang pada Jumat (17/2).
Laga bertajuk derbi Jateng ini akan menyajikan partai yang berbeda lantaran kemungkinan PSIS Semarang akan dipimpin sosok pelatih kepala yang baru.
Kemenangan bagi PSIS Semarang akan membawa skuat Panser Biru ini merangsek ke papan atas klasemen sementara Liga 1.
Baca Juga: Ini Ciri-ciri Peserta BPJS Kesehatan yang Tidak Bisa Naik Kelas
Kemenangan bagi Persis Solo juga akan membawa skuat ini melaju dan berpeluang menempel ketat bahkan menggeser posisi PSIS di urutan 8 klasemen sementara Liga 1.
Saat ini PSIS Semarang berada di urutan klasemen ke delapan dengan 32 poin, sedangkan Persis berada di urutan 11 dengan 29 poin. ***