Suara Denpasar – Seolah mengulang tragedi Kanjuruhan, Malang, lanjutan liga 1 2022/2023 yang mempertemukan PSIS Semarang dan Persis Solo diwarnai dengan kerusuhan supporter.
Padahal, pihak manajemen PSIS Semarang telah mengimbau pada panser biru dan snex untuk tidak datang ke Stadion Jatidiri, pada derby Jateng tersebut.
“Sekali lagi kami mengingatkan, himbauan bagi seluruh penonton dan supporter untuk tidak hadi di Stadion Jatidiri,”tulisnya melalui unggahan di media sosial Instagram @psisofficial.
Namun nyatanya para supporter yang telah mengantongi tiket tetap nekat untuk masuk stadion untuk mendukung Laskar Mahesa Jenar. Aksi saling dorong dengan aparat kepolisian tak terhindarkan.
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi datang langsung menemui supporter. Melalui unggahan video di instagramnya @yoyok_sukawi, terlihat ia berusaha untuk menenangkan penonton.
Terlihat juga ia tampak emosional hingga menitikkan air mata melihat kondisi yang terjadi di luar stadion.
Melalui unggahan video tersebut, mantan anggota Exco PSSI ini pun juga meminta maaf pada seluruh pihak terkait kerusuhan antara supporter dengan aparat kepolisian yang terjadi di luar stadion Jatidiri.
“Atas nama pribadi dan klub PSIS saya minta maaf kepada semua pihak,”tulisnya.
Yoyok juga berharap agar tragedi Kanjuruhan menjadi peristiwa kelam terakhir yang terjadi di persepakbolaan Indonesia.
“Kawan-kawanku semua cukup Tragedi Kanjuruhan yang menjadi citra buruk pesebakbolaan tanah air,”tulisnya lagi.
Sementara dilansir dari website PSIS, pertandingan antara PSIS Semarang melawan Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang diputuskan digelar tanpa penonton.
Hal tersebut sesuai rekomendasi yang diterbitkan oleh Polrestabes Semarang. Dalam laga derby Jateng tersebut PSIS ditahan 1-1 oleh Persis Solo. (*/Dinda)