Suara Denpasar - Nasib buruk menimpa Persib Putri. Mereka harus mengakui keunggulan Perses Sumedang pada pertandingan final Piala Pertiwi Jawa Barat di Stadion Ahmad Yani, Kabupaten Sumedang, Rabu, (1/3/2023).
Skor akhir pertandingan final Piala Pertiwi berakhir dengan 0-2 untuk keunggulan Perses Sumedang. Hasil ini membuat Persib Putri harus puas di posisi runner-up.
Pada pertandingan final Piala Pertiwi, Persib Putri kecolongan gol Rosalia menit awal.
Lalu disusul tendangan bebas Rinrin menit 68 untuk memastikan keunggulan Perses Sumedang.
Iwan Bastian, selaku Pelatih Persib Putri, mengatakan bahwa dirinya menerima kekalahan 0-2 dari tim berjuluk Laskar Insun Medal itu.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, hasilnya hanya menjadi runner-up, tetap harus kami syukuri. Memang kami kurang fokus di menit-menit awal yang buat kami kemasukkan. Ini soal pengambilan keputusan," kata Iwan Bastian, dilansir Suara Denpasar dari laman resmi Persib, Kamis (2/3/2023).
Lebih lanjut, Iwan Bastian mengatakan bahwa anak asuhnya itu sebetulnya sudah berupaya mengejar ketertinggalan gol di menit awal.
Namun demikian, Persib Putri tetap sulit menyamakan kedudukan. Hal ini, menurutnya, akan segera dievaluasi.
"Kami terus berusaha menyerang dengan memasukkan pemain di babak kedua. Tapi ternyata mentok. Gol kedua pun seharusnya tidak terjadi. Ini akan jadi pelajaran, bahwa kami tidak akan selalu ada di atas," katanya lagi.
Baca Juga: Spiritualis Ini Bongkar Cara Pesugihan Melalui Nyi Blorong, Dijamin Langsung Jadi Sultan?
Sementara Adinda Putri Sudirman, selaku Kapten Persib Putri, menyatakan bahwa dirinya beserta tim telah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan.
Bahkan, dirinya mengaku harus menahan sakit di bahu sebelum terpaksa digantikan Bella Rahayu.
"Kami sudah berusaha sekuat tenaga, tapi sayangnya hanya bisa jadi runner up. Hasil ini tetap kami syukuri, dan akan dijadikan pelajaran. Semoga Liga 1 bisa digelar, dan kami akan perbaiki semua kekurangan kemudian bangkit dan berprestasi lagi," ucapnya. (*/Ana AP)