Suara Denpasar - Anggota DPR RI Kang Dedi Mulyadi kini terlihat memberikan pendampingan kepada seorang petani bernama Supriatna atau Mang Uprit.
Mang Uprit menyedot perhatian publik setelah video ngamuknya viral di sosial media.
Mang Uprit murka setelah tanaman edelweiss rawa yang ditanam di Ranca Upas, Bandung rusak akibat digilas rombongan pengendara motor trail pada Minggu (5/3/2023).
Kini pihak Kepolisian dari Polres Bandung telah memanggilnya untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas pengrusakan tersebut.
Mang Uprit yang mengaku panik kemudian meminta bantuan Mantan Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi untuk mendampinginya.
Kang Dedi Mulyadi mengatakan Mang Uprit diperiksa sebagai saksi pada kerusakan lingkungan akibat acara trail motor di mana dalam event tersebut ada juga aksi pembakaran motor oleh peserta.
“Saya sudah tanya ke Pak Kasat (Kasatreskrim), titik fokusnya adalah mengumpulkan alat bukti perusakan lingkungan yang diakibatkan oleh acara Trail Adventur yang juga terjadi peristiwa pembakaran motor oleh peserta,” katanya dikutip dari ANTARA, Jumat (10/3/2023).
Kronologi Mang Uprit mengamuk
Video Mang Uprit ngamuk viral di Twitter, dikutip Suara Denpasar dari akun @MrBekalicky89 Mang Uprit menyenggol pihak Perhutani yang memberikan izin diadakannya event tersebut.
Baca Juga: Dapat Cegah Penuaan Dini! Ini 4 Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah
“Khusunya buat orang Perhutani yang memberikan kebijakan memberikan izin acara tersebut,” katanya.
“Anda pure nya hanya ke bisnis, tidak peduli lingkungan. Paham gak kalian?” tambahnya.
Mang Uprit mengaku membudidayakan edelweiss rawa dan menanamnya di setiap blok. Ia mengatakan tak cuma mengambil keuntungan dari bunga itu, tapi juga ingin melestarikannya.
Lantaran menurutnya bunga edelweiss rawa hanya ada di dua tempat salah satunya di Ranca Upas.
“Saya tanam lagi saya perbanyak, saya mengambil bunga nya mencari keuntungan dari ini tidak semata-mata hanya mencari keuntungan, saya ingin melestarikan, memperbanyak,” ujarnya.
“Biar nanti bunga ini bukan hanya sekedar cerita tapi ini harus lestari harus tetap ada,” tambahnya.***