Suara Denpasar- Usai kebakaran Depo milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakarta Utara beragam kabar menyeruak terkait peristiwa tersebut.
Salah satunya mengenai dalang kebakaran yang memakan korban jiwa tersebut. Nama Ahok dan Wapres Ma’ruf Amin pun menjadi pembahasan.
Seperti halnya yang diunggah kanal YouTube SEPUTAR ISTANA pada, Sabtu (11/3/2023) lalu dengan judul ‘ WAPRES MA’RUF AMIEN BABAK BELLUR, EMOSI AHOK MEMUNCAK SETELAH TAU TERNYATA DIA DALANGNYA’.
Konten dengan durasi 8 menit, 5 detik itu sejak diunggah hingga hari ini, Selasa (14/3/2023) sudah disaksikan 23.563 kali.
Pada thumbnail video itu menampilkan Ahok yang mengenakan baju kemeja putih dan berhadapan dengan Wapres Ma’ruf Amin.
Benarkah kabar Wapres Ma’ruf Amin babak belur seperti yang diklaim dalam judul video dengan link https://youtu.be/bYnQZMLPGHU tersebut?
CEK FAKTA
Setelah dicek fakta melalui unggahan video tersebut, tidak ditemukan adanya informasi bahwa Wapres Ma’ruf Amin babak belur seperti yang diklaim pada judul tersebut.
Dalam video ini menampilkan cuplikan Ma’ruf Amin yang memberikan solusi mengenai kebakaran Depo Pertamina tersebut.
Baca Juga: Diwawancarai Secara Kasar oleh Media Spanyol, RM BTS Beri Jawaban Berkelas
Ma’ruf Amin mengatakan bahwa yang menjadi pekerjaan selanjutnya adalah penataan daerah tersebut dan berharap Depo Pertamina lebih agar lebih aman direlokasi ke pelabuhan.
Selain itu, dalam video ini juga dibahas mengenai Ma’ruf Amin ketika menjadi saksi yang memberatkan Ahok pada kasus dugaan penisataan agama hingga membuat mantan Gubernur Jakarta itu mendekam di penjara.
Hingga informasi mengenai IMB (Izin Mendirikan Bangunan) bagi masyarakat di kawasan dekat Depo Pertamina tersebut.
Sementara untuk foto pada thumbnail adalah editan. Foto asli dari Ma'ruf Amin dok. Setwapres yang pernah tayang di detik.com dengan judul artikel 'Wapres Ma'ruf Minta Masyarakat Patuhi 3M-PPKM dan Dukung Program Vaksinasi'.

Kepala dari Ma'ruf Amin diedit dan diletakkan di foto dalam thumbnail seolah-olah dilerai saat bertengkar dengan Ahok.