Suara Denpasar - Baru-baru ini pihak Kejaksaan kota Quimsaloma, di provinsi pesisir Los Rios belum mengungkap mengapa stasiun berita secara khusus menjadi target pengeboman oleh salah satu pihak terorisme.
Selain itu pihak Juan Zapata mengatakan, amplop-amplop itu berisi bom yang tidak tau siapa pengirimnya dan dikirim langsung dari kota Quimsaloma, di provinsi pesisir Los Rios.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Ekuador, Juan Zapata merinci, tiga amplop dikirim ke Guayaquil di wilayah barat daya Ekuador dan dua ke ibu kota Quito.
"Perangkatnya memang sama di kelima tempat," kata Zapata kepada wartawan, dikutip dari AFP.
Di kota pelabuhan Guayaquil, jurnalis Lenin Artieda dari stasiun TV swasta Ecuavisa juga melaporkan kasus yang sama .
"Artieda menderita luka ringan di satu tangan dan wajahnya," kata petugas polisi Xavier Chango.
Jurnalis Carlos Vera melaporkan kepihak polisi bahwa ada barang dari perusahaan kurir di Guayaquil mengirimkan paket yang berisi peledak.
Di tempat lain di Guayaquil di barat daya Ekuador, Kantor Kejaksaan mengatakan, sebuah bom surat juga dikirim ke kantor TC Television. "Ada pesan yang sangat jelas untuk membungkam jurnalis," kata Menteri Zapata. (*/Dinda)
Baca Juga: Curhat Nyesek Mitra Bisnis Minuman Jerome Polin, Modal Rp400 Juta Tapi Cuma Laku 5 Gelas Sehari