Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:04 WIB
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
Ilustrasi emas batangan. (Unsplash/rc.xyz NFT gallery)
baca 10 detik
  • Harga emas spot terkoreksi 0,3% menjadi US$ 4.924,89 per ons akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor.
  • Pasar mencermati dinamika politik, termasuk dialog AS-Iran dan hubungan AS-China, serta data ketenagakerjaan yang tertunda.
  • Prospek jangka panjang emas tetap cerah seiring proyeksi pemangkasan suku bunga dan target Goldman Sachs US$ 5.400.

Suara.com - Setelah sempat menikmati reli tajam, harga emas dunia terpantau berbalik arah ke zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh kembalinya keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) dan langkah para investor yang mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Berdasarkan data Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,3% menjadi US$ 4.924,89 per ons. Padahal, pada sesi yang sama, harga sempat meroket hingga 3,1%.

Kontras dengan pasar spot, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April masih mampu bertahan dengan kenaikan tipis 0,3% di level US$ 4.950,80 per ons.

Penguatan indeks dolar ke level tertinggi dalam sepekan terakhir menjadi penghalang utama bagi laju emas. Karena emas dihargai dalam dolar, apresiasi mata uang Paman Sam membuat logam mulia ini terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menjelaskan bahwa saat ini pasar emas sedang memasuki fase konsolidasi.

"Bangkitnya dolar memberikan tekanan nyata pada emas setelah aset ini mencapai rekor tertingginya," ungkapnya.

Sebagai catatan, emas sempat mencapai puncak sejarah di level US$ 5.594,82 per ons pada akhir Januari lalu sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam.

Fokus pasar saat ini tidak hanya tertuju pada angka ekonomi, tetapi juga pada dinamika politik luar negeri yang melibatkan Presiden Donald Trump. Terdapat dua agenda besar yang dicermati investor:

Rencana Dialog AS-Iran: Pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat ini diharapkan memberikan kepastian terkait stabilitas di Timur Tengah.

baca juga

Hubungan AS-China: Presiden Trump telah melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Xi Jinping sebagai persiapan kunjungan ke China pada April mendatang. Diplomasi ini terjadi di tengah konsolidasi antara China dan Rusia.

Ketidakpastian ekonomi AS turut membayangi pergerakan harga. Laporan tenaga kerja versi ADP menunjukkan pertumbuhan sektor swasta Januari hanya di angka 22.000, jauh di bawah prediksi pasar sebesar 48.000.

Kondisi ini diperumit dengan tertundanya rilis laporan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) hingga 11 Februari akibat dampak government shutdown yang baru saja berakhir.

Namun, di balik fluktuasi jangka pendek, prospek emas jangka panjang dinilai tetap cerah. Berikut beberapa poin optimisme pasar:

Pemangkasan Suku Bunga: Investor memproyeksikan setidaknya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Suku bunga rendah biasanya membuat emas lebih menarik karena biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tanpa bunga menjadi lebih kecil.

Target Goldman Sachs: Bank investasi raksasa Goldman Sachs tetap mempertahankan target harga emas di level US$ 5.400 per ons hingga Desember 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal

Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:04 WIB

Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram

Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 07:04 WIB

Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun

News | Senin, 02 Februari 2026 | 21:24 WIB

PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH

PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 20:33 WIB

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×