Suara Denpasar – Polemik Ahmad Dhani dan Once masih terus bergulir di media sosial. Berawal dari pelarangan oleh Ahmad Dhani terhadap Once agar tidak menyanyikan lagu-lagu Dewa 19 tanpa izin darinya melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yaitu Wahana Musik Indonesia (WAMI).
Sejauh ini proses perdebatan tentang royalti yang belum menemukan titik terang antara kedua belah pihak.
Sehingga beragam tanggapan dari para pesohor negeri ini yang turut membahas polemik yang terjadi antara Ahmad Dhani dan Once, diantaranya adalah pakar filsafat, Rocky Gerung.
Dilansir dari kanal YouTube Video Legend, Minggu (16/4/2023), tim YouTube Video Legend mendatangi kediaman Rocky Gerung, untuk meminta pandangan terkait polemik kedua musisi Indonesia tersebut.
“Lagu yang menyangkut privasi orang itu, situasi batin waktu dia ciptain lagu, itu bukan public domain, gak bisa,” ujar mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia itu dikutip oleh Suara Denpasar, Minggu (16/4/2023).
Beberapa waktu sebelumnya, Prof. Agus Sarjojo juga sudah memberikan penjelasan tentang kisruh Ahmad Dhani yang melarang Once membawakan lagu Dewa 19. Di mana Prof. Agus Sarjono, mengingatkan ada sebuah prinsip yang harus diperhatikan.
“Harus diperhartikan esensi hak cipta sebagai hak yang lahir bukan karena pemberian UU, melainkan hak asasi untuk memiliki hak menggunakan karyanya sendiri, dan oleh karenanya tidak boleh dieliminasi oleh ketentuan UU,” kata Prof. Agus Sarjono.
Ketika tim Video Legend bertanya tentang pandangan Rocky Gerung, soal Ahmad Dhani yang melarang lagunya. Secara eksplisit Rocky Gerung memberikan sebuah jawaban perbadingan dengan berkata, “Saya juga melarang kaos kaki saya dipakai Ahmad Dhani, gak boleh, sama aja.”
Rocky Gerung lebih detail menjelaskan soal larangan itu, apapun yang melekat pada dirinya baik yang dikreasikan sebagai nilai ekonomi atau nilai intelektual, baginya itu diberikan oleh alam kepadanya.
Baca Juga: ONCE MEKEL: Nggak Masuk Dewa, Nggak Masalah, Saya Kerja di World Bank
Maka, prinsip pertama ini disebut sebagai asas happiness yang kemudian berubah menjadi asas property, “jadi gak boleh diambil orang.” tegas filsuf yang berjuluk No Rocky No Party. (*/Ana AP)