Suara Denpasar – Pada tanggal 19-25 April 2023 nanti, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali akan menghentikan sementara layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Hal ini berkaitan dengan hari libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1444 Hijriah yang terjadi pada tanggal tersebut.
Melansir dari Antara, Kepala KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho juga mengatakan layanan seperti sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), kegiatan pertukaran warkat debet dan layanan kas tidak beroperasi pada tanggal tersebut.
"Selain layanan SKNBI tidak beroperasi, dari periode tersebut, juga tidak dioperasikan sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), kegiatan pertukaran warkat debet dan layanan kas," Ungkap Trisno Nugroho di Denpasar, Minggu (16/4/2023).
Layanan seperti biasa di KPwBI Provinsi Bali akan dibuka kembali pada Rabu (26/4/2023) sesuai dengan jadwal yang berlaku.
Sehubungan dengan adanya penghentian sementara layanan dari KPwBI Provinsi Bali, Trisno mengatakan untuk menggunakan layanan operasional terbatas di beberapa perbankan dan penyediaan ATM sebagai sarana untuk melakukan transaksi secara nontunai dan penarikan uang tunai.
Bank Indonesia juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara nontunai diantaranya melalui internet banking, mobile banking, QRIS dan BI-FAST.
Sementara, layanan penyelenggaraan BI Fast Sistem BI-FAST tetap dilaksanakan secara normal seluruhnya sesuai jadwal yang berlaku (beroperasi 24 jam 7 hari).
"Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi pembayaran baik secara tunai maupun non tunai dengan selalu menjaga kerahasiaan informasi pribadi seperti username dan password, PIN, serta kode OTP (one-time password)," Kata Kepala KPwBI Provinsi Bali.
Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan transaksi melalui kanal pembayaran QRIS. Bahkan, Bank Indonesia juga terus meningkatkan edukasi dan literasi terkait keamanan transaksi QRIS yang menjadi tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Blak-Blakan! Jusuf Kalla Sebut Zaman Jokowi Berat karena Terlalu Banyak Rapat
Untuk proyeksi kebutuhan uang tunai selama Ramadan 2023, pihaknya mengungkapkan adanya kenaikan lima persen sebesar Rp2,985 triliun, jika dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp2,829 triliun. (*)