Suara Denpasar – Dua Pemudik asal Cikarang, Jawa Barat, Frans dan Widodo memilih memakai sepeda sebagai kendaraan untuk pulang ke kampung halaman.
"Kita tiap tahun mudik dengan sepeda, jadi ini sudah jadi ritual (mudik) kami," kata Frans, pemudik saat ditemui Antara di Cirebon, Jabar, Minggu (16/4/2024).
Melansir dari Antara, Frans mengatakan jika mudik dengan bersepeda sudah jadi aktivitas rutinnya. Sebab, bersepeda sudah menjadi hobi sekaligus kecintaannya. Ia sendiri pun merupakan bagian dari komunitas pekerja yang bersepeda.
Selain itu, Frans dan rekannya Widodo yang akan mudik ke Solo juga ingin mengkampanyekan mudik yang sehat dan ramah lingkungan.
Mereka menempuh waktu tiga hari untuk bisa sampai Solo. Biasanya, mereka mulai mengayuh sepeda sekitar pukul 05.30 hingga 18.00 WIB dan memutuskan untuk berhenti sejenak di kota yang disinggahi.
Tips Mudik menggunakan Sepeda
Mudik dengan menggunakan Sepeda, tentu tidak bisa membawa terlalu banyak barang. Bahkan, mereka hanya membawa persiapan yang cukup ringkas, seperti ban dalam ganti, kunci T, beberapa baju ganti, dua botol minum, helm, kacamata khusus untuk bersepeda, jaket atau kaos berwarna terang, sarung tangan, sepatu, dan kaos kaki panjang.
Dalam perjalanan mereka juga menggunakan kaus dengan warna yang sangat terang. Frans mengungkapkan jika warna baju yang terang sangat bermanfaat untuk melindungi diri ketika melewati jalan yang mana terdapat pemudik lain yang menggunakan truk, motor atau mobil dengan batas kecepatan tinggi akibat mengejar waktu untuk sampai di tempat tujuan mudik.
Selain itu, Widodo menambah untuk mengecek kondisi sepeda dalam keadaan benar dan aman selama mengikuti kegiatan mudik.
Baca Juga: Sah!! Argentina Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Gantikan Indonesia
Selain itu, pemudik juga perlu mempersiapkan kesiapan fisik. Mereka bahkan menempuh jarak bersepeda kurang lebih 100 kilometer pergi pulang sebagai pemanasan. Hal ini mereka gunakan untuk mempersiapkan dirinya tiga bulan sebelum waktu keberangkatan yang ditentukan.
"Misalnya satu minggu kita 100 km pergi pulang untuk meningkatkan endurance (ketahanan) kita," Ujar Widodo.
Uniknya, Dalam perjalanan Mudik Ini mereka hanya mengeluarkan biaya sebesar satu juta Rupiah per orang untuk penginapan dan makan di jalan selama tiga hari. (*)