Guru tersebut mengatakan, bahwa ia terjebak bersama sekitar 300 anak sekolah di sekolah internasional di Jalan al-Qasr, yang terletak kurang dari 500 meter dari istana kepresidenan.
"Kami terjebak di sekolah tanpa air dan makanan, tetapi yang lebih penting, kami terus berusaha melindungi anak-anak, menghubungi keluarga mereka, dan meyakinkan mereka, bahwa anak-anak mereka baik-baik saja," kata guru tersebut.
"Ini adalah momen yang sangat sulit dan menakutkan," katanya lagi. (*/Dinda)