Waspada! Kenali 4 Modus Penipuan di ATM yang Sering Kali Terjadi saat Mudik Lebaran, Hari Raya Idul Fitri

Suara Denpasar

Sabtu, 22 April 2023 | 07:00 WIB
Waspada! Kenali 4 Modus Penipuan di ATM yang Sering Kali Terjadi saat Mudik Lebaran, Hari Raya Idul Fitri
Waspada! Kenali 4 Modus Penipuan di ATM yang Sering Kali Terjadi saat Mudik Lebaran, Hari Raya Idul Fitri (Pixabay / Peggy_Marco)

Suara Denpasar - Bagi kalian yang kerap melakukan mudik lebaran, di hari raya Idul Fitri harap untuk berhati-hati lantaran para oknum kejahatan sering kali melakukan aksinya di hari tersebut.

Hal yang cukup sering terjadi adalah modus penipuan di ATM, terutama di ATM rest area, tempat singgah, dan tempat umum lain yang sering dikunjungi pemudik di saat berhenti.

Ada banyak modus kejahatan yang bisa di memanfaatkan melalui mesin ATM. Dikutip dari situs resmi BCA, berikut modus yang dipakai para pelaku kejahatan di mesin ATM yang sering kali terjadi saat momen mudik lebaran, di hari raya Idul Fitri.

1. Memasang alat skimmer

Modus penipuan yang satu ini, sering kali terjadi di berbagai tempat. Sang pelaku penipuan akan menaruh alat tambahan di slot kartu mesin ATM untuk mencuri data korban

Biasanya modus kejahatan ini terkadang sulit terdeteksi oleh pihak berwenang. Pasalnya alat yang dipakai oleh pelaku mirip dengan alat yang terpasang pada mesin ATM. 

Namun begitu modus penipuan tersebut dapat dicegah dengan adanya teknologi kartu chip-based, dengan ini data kartu debit atau kartu kredit kamu lebih aman karena chip yang digunakan sudah mengaplikasikan teknologi enkripsi data.

Sekalipun terdeteksi oleh alat skimming, data yang terekam hanya berupa kode-kode dan simbol abstrak yang tidak bisa diartikan. 

2. Menutup slot uang keluar

baca juga

Selain memasang alat skimmer, mengganjal slot tempat keluarnya uang di ATM sering kali dipakai oleh pelaku kejahatan.

Di modus penipuan ini, pelaku bisa mengelem slot uang keluar dengan stiker yang menyerupai mulut slot uang keluar, atau menggunakan korek api, tusuk gigi dan lain-lain, supaya tidak bisa mengeluarkan uang. 

Biasanya, hanya satu mesin ATM yang dibuat seperti ini supaya tidak mencurigakan. Namun, pelaku kejahatan biasanya akan menaruh tanda bahwa mesin ATM yang lain telah rusak dan tidak bisa digunakan. Hal ini membuat korban mau tidak mau memakai mesin ATM yang sudah diakali oleh sang pelaku tersebut.

Setelah uang tersangkut dan tidak bisa diambil, pelaku akan berpura-pura membantu korban untuk menyelesaikan masalahnya. Namun, pelaku hanya mengatakan bahwa itu sudah tidak bisa ambil uang. Saat korban pergi, pelaku akan membuka stiker / ganjalan dan mengambil uangnya.

3. Memasang stiker Call Center palsu

Modus kejahatan yang ketiga adalah nomor call center palsu yang ditempel di mesin ATM. Biasanya nomer tersebut menutup nomer call center yang asli, modus ini dilakukan untuk membuat korban menghubunginya.

Pelaku sengaja membuat mesin rusak sehingga tidak bisa dipakai. Korban yang menggunakan ATM tersebut bisa mengalami kartu tertelan, mesin tidak merespons, atau uang tidak keluar.

Karena hal tersebut, mau tidak mau memaksa korban untuk segera menghubungi nomor call center palsu tersebut untuk melaporkan kendalanya. 

Sayangnya, nomor tersebut akan mengarahkan korban ke customer service palsu juga. Setelah itu, pelaku kejahatan akan berpura-pura melakukan verifikasi data. Mereka akan meminta username, nomor kartu, PIN, hinga kode OTP yang dikirim ke nomor korban.

4. Modus tukar kartu ATM

Modus penipuan terakhir adalah, penipuan yang dimanipulasi oleh si pelaku pada mesin ATM agar kartu calon korban mengalami kendala saat melakukan transaksi. 

Biasanya di modus ini sang pelaku berada disekitar area ATM atau berpura-pura menjadi nasabah yang mengantri untuk mengawasi calon korbannya.

Pelaku menunggu korban yang panik karena mesin ATM bermasalah, kondisi ini yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk menawarkan bantuan. Pelaku mencoba mengalihkan perhatian nasabah dan menukarkan kartu ATM oknum kejahatan sehingga tanpa disadari kartu nasabah sudah ditukar dengan kartu palsu lain yang serupa. 

Akibatnya PIN yang dimasukkan menjadi salah, dan pelaku meminta nasabah mengulangi lagi sampai beberapa kali sembari mengintip PIN yang dimasukkan tersebut. 

Dengan berbekal kartu ATM nasabah yang sudah dipegang oleh pelaku, dan PIN yang sudah diketahui, selanjutnya dengan mudah pelaku melakukan transaksi dan mengambil uang korban. (*/Dinda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas Ketipu! Ibu Ida Dayak Ingatkan Banyak Penipuan, Ini Cara Ikut Pengobatannya

Awas Ketipu! Ibu Ida Dayak Ingatkan Banyak Penipuan, Ini Cara Ikut Pengobatannya

Denpasar | Selasa, 04 April 2023 | 19:14 WIB

CEK FAKTA: Fuji Resmi Jadi Tersangka, Dipolisikan Gegara Kasus Penipuan?

CEK FAKTA: Fuji Resmi Jadi Tersangka, Dipolisikan Gegara Kasus Penipuan?

Denpasar | Minggu, 19 Maret 2023 | 20:45 WIB

Usai Beli Rumah Mewah, Fuji Mendadak Dituduh Lakukan Penipuan, Begini Kronologinya

Usai Beli Rumah Mewah, Fuji Mendadak Dituduh Lakukan Penipuan, Begini Kronologinya

Denpasar | Selasa, 14 Maret 2023 | 12:45 WIB

Terkini

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

Bali | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:22 WIB

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar

Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

×