Tiba-tiba, cawapres Jokowi berubah. Ma'ruf Amin yang saat itu menjadi ketua MUI diplot jadi cawapres Jokowi.
Namun, setelah Jokowi menang Pilpres 2019, Mahfud MD diplot jadi Menteri Koordinator Polhukam.
Itu berbeda ketika dia tidak merencanakan, tiba-tiba diberi jabatan. Seperti saat usai Pilpres 1999, dia diberi jabatan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mahfud tak menyangka Gus Dur kenal dia.
Ketika dia menjadi ketua MK,Mahfud juga tak menyangka. Saat itu, dia sebetulnya mengincar jabatan menteri saat mendukung SBY sebagai presiden.
Bahkan, kala itu dia sudah dipanggil SBY untuk menjadi menteri. Tapi, setelah SBY menang Pilpres, kontaknya terputus semua. Dia tidak jadi apa-apa.
"Waktu itu saya agak kecewa kan. Dikejar nggak dapat. Tapi tiba-tiba, beberapa bulan kemudian, Pak SBY telepon saya tengah malam pulang dari luar negeri, 'Pak Mahfud saya sekarang akan menandatangani Keputusan Presiden, dan Pak Mahfud menjadi hakim MK,"
Setelah menjadi hakim MK,Mahfud MD terpilih sebagai ketua MK. Posisi ketua MK lebih tinggi dari menteri. Ini menjadi pelajaran baginya untuk tidak mengejar jabatan.
Dari sana, dia lebih pasrah. Dia tidak tidak ngejar jabatan lagi.
"Biarin saja. Nanti Tuhan yang akan menentukan," kata Mahfud. (*)