Suara Denpasar - Sebelum menjadi driver ojek online (ojol) ternyata Teteh Yani, ojol cantik asal Bandung, Jawa Barat, ternyata berprofesi sebagai pengamen.
Hal ini dia lakukan karena sang suami tidak pernah mengirim uang kepada dirinya untuk menghidupi keluarga dan anak.
Sang suami sendiri bekerja sebagai awak mesin di Kapal yang berada di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. "Menunggu jadi driver grab.
Kebetulan saat itu belum ada bukaan di Grab," katanya seperti dikutip denpasar.suara.com dari kanal youtube Dedi Mulyadi, Kamis 15 Juni 2023.
Seminggu berselang, akhirnya dirinya dipanggil untuk menjadi driver grab. Di awal bekerja terbilang penghasilannya terbilang bagus. Per hari Rp 250 ribu. Namun, tak selang beberapa lama Korona menghantam.
Saat menjadi driver Grab tentu banyak pengalaman yang dia dapat. Begitu juga dengan kisah cintanya dengan seseorang pria yang bekerja di RS Hasan Sadikin, Bandung.
Empat bulan hubungan mereka berjalan. Teteh Yani bahkan mengaku sangat cinta dengan pria itu.
"Saya sampai nyusulin ke Bandung agar tidak ninggalin dia. Tapi, tidak boleh sama keluarga," ujarnya. "Ah itu alasan saja Teh. Biasa alasan lelaki itu," sahut Kang Dedi.
Namun, pria yang paling dicintai oleh Teteh Yani adalah sosok temannya sesama ojol. Mereka menjalin hubungan asmara sudah setahun dan bahkan berencana menikah.
Baca Juga: Teteh Yani, Cinta Lenyap, Motor Hilang
"Tapi, paling menyedihkan saat (pacaran) dengan teman ojol. Nggak tahu malam-malam, pas malam-malam. Badanya terbelah jadi dua (ditabrak kontainer)," kisah Teteh Yani.
"Itu menyedihkan banget," tanya Kang Dedi. "Waktu itu pulang ngojek bareng. Dia pas pulang lurus aku belok. Biasanya nganter sampai pulang rumah," ujarnya sambil menangis. ***