Suara Denpasar – Usai laga FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Argentina beberapa watu lalu, nama Pratama Arhan masih menjadi sorotan media asal Agentina.
Bukan hanya soal lemparan ke dalam Pratama Arhan yang seperti crossing itu beberapa kali mengancam gawang Timnas Argentina yang dikawal Emiliano Martinez.
Tetapi juga perubahan permainan Timnas Indonesia di babak kedua sejak masuknya Pratama Arhan menggantikan Shayne Pattynama juga menjadi sorotan media asal Argentina, La Nacion.
La Nacion menulis bahwa pemain asal Blora, Jawa Tengah itu mampu menghidupkan agresivitas serangan Timnas Indonesia dari sektor sayap kanan.
Sejak masuknya Pratama Arhan pola serangan Timnas Indonesia dari sektor sayap lebih intens dan agresif dibandingkan babak pertama.
“Bek kiri berusia 21 tahun itu masuk di leg kedua menggantikan Shayne Pattynama dan setiap kali dia melakukan lemparan ke dalam dari sektornya, dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengirimkan bola dalam bentuk umpan silang,” tulis La Nacion, Kamis (22/6/2023).
La Nacion juga menyebut bek klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy itu tampil memukau dengan memberi umpan-umpan matang kepada rekan setimnya di Timnas Indonesia untuk mencetak gol.
Salah satu yang menjadi sorotan La Nacion adalah lemparan ke dalam Arhan yang nyaris berbuah gol andai sundulan bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott yang memanfaatkan lemparan ke dalamnya tak ditepis Emiliano Martinez.
“Peluang pertama Indonesia datang setelah tujuh menit dan bola jatuh ke area penalti. Bola tersebut dimenangkan Elkan Baggott, pesepakbola bertinggi badan 1,94 meter yang berhasil menyundul dan membuat Martinez menepisnya dan menghasilkan tendangan sudut,” ujarnya.
La Nacion juga menyoroti kebiasaan Arhan yang selalu mengelap bola sebelum melakukan lemparan ke dalam.
“Keunikan lain pesepakbola itu, setiap kali harus melepas lemparan dari sayap. Ia mengambil handuk untuk mengeringkan bola,” imbuh La Nacion. (*/Ana AP)