Suara Denpasar – Beredar kabar salah satu pemain Timnas Indonesia yang saat ini membela Jeonnam Dragons di Liga Korea Selatan, yaitu Asnawi Mangkualam mendapatkan perlakuan rasisme.
Meski begitu, Asnawi Mangkualam kabarnya sudah melakukan perlawanan terhadap fans. Bahkan, Shin Tae-yong dan Erick Thohir juga disebut langsung bertindak hingga aksinya itu buat Liga Korea di-banned FIFA.
Kabar tersebut diunggah kanal YouTube JAGAT.ID pada Sabtu (1/7/2023), melalui video berdurasi 8 menit 3 detik dan sudah ditonton 13 ribu kali.
“Asnawi Melawan Fans, Aksi Shin Tae-yong Fans, Aksi STY & Erick Thohir Buat Liga Korea di Banned FIFA,” tulis sang pengunggah pada judul video, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Kamis (6/7/2023).
Pada sampul video, dituliskan pula keterangan ‘Asnawi Kena Rasisme, STY & Erick Thohir Ambil Tindakan’.
Berikut ini hasil penelusuran cek fakta tim Suara Denpasar terkait video tersebut.
CEK FAKTA:
Setelah ditelusuri, video tersebut rupanya menampilkan penjelasan tentang rasisme di Liga Korea Selatan yang dilakukan pemain local pride kepada atlet Asia Tenggara.
Atlet yang diolok itu bukanlah Asnawi Mangkualam, melainkan dialami pemain asal Thailand yang membela klub Jeonbuk Hyundai dari di Liga 1 Korea, yakni Sasalak Hairprakhon.
Sasalak mendapatkan rasisme lantaran warna kulitnya dijadikan sebagai bahan olokan oleh para pemain lokal Ulsan Hyundai seperti Park Yong-Woo, Lee Myeong-jae, dan Lee Kyu-seong.
Akibat perlakuan rasis itu, KFA kemudian memberi sanksi skorsing satu pertandingan dan denda 15 juta won kepada ketiga pemain yang melakukan rasisme tersebut. Begitu pula dengan klubnya yang sedang memuncaki klasemen K League 1 juga didenda 30 juta won.
Selanjutnya, dibahas pula soal Asnawi yang ikut mengomentari rasisme yang terjadi di Liga Korea. Ia mengatakan siapa pun harus saling menghormati meski terdapat perbedaan.
“Saya pikir kita harus saling menghormati sebagai manusia yang hidup bersama. Ras, asal, dan kesukaan tidak penting, tapi saya pikir kita harus hidup dengan menghormati satu sama lain,” kata Asnawi.
Selain itu, Asnawi juga menyebut dirinya tidak pernah mendapatkan rasisme selama bermain di K League.
“Saya tidak pernah mengalami rasisme di Korea atau di K-League,” kata Asnawi Mangkualam yang dinarasikan narator.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, rupanya penjelasan yang disajikan oleh narator ini diambil dari artikel milik semarang.suara.com berjudul ‘Asnawi Kena Rasis? Local Pride di Klub Top Korea Kena Sanksi usai Bahas Kulit Pemain Asia Tenggara’.
Artikel tersebut sudah ditayangkan sejak 29 Juni 2023 dan dapat diakses secara lengkap melalui link ini https://semarang.suara.com/read/2023/06/29/081254/asnawi-kena-rasis-local-pride-di-klub-top-korea-kena-sanksi-usai-bahas-kulit-pemain-asia-tenggara
Sementara kabar aksi Shin Tae-yong dan Erick Thohir yang disebut buat Liga Korea di banned FIFA, nyatanya sama sekali tidak dibahas lebih lanjut dalam video tersebut.
Kesimpulan:
Berdasarkan penelusuran di atas, dapat disimpulkan kabar mengenai Asnawi Mangkualam kena rasisme hingga Shin Tae-yong dan Erick Thohir yang bertindak buat Liga Korea di banned FIFA merupakan berita hoaks, lantaran judul dan isi berita yang disajikan tidak sama. (*/Ana AP)