Suara Denpasar - Keluhan masyarakat akan adanya kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) langsung disikapi oleh pihak Pertamina. Di samping langsung menyalurkan dan menambah stok berikut mempercepat alur distribusi. Monitoring dan pemantauan langsung juga dilakukan oleh pucuk pimpinan perusahaan plat merah tersebut.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memilih Bali sebagai wilayah pertama yang dipantau langsung terkait kondisi stok dan distribusi elpiji 3 kg. Dari pantauan langsung yang dilakukan, khususnya di Denpasar dan Gianyar, Nicke mengaku puas karena distribusi berjalan baik dan harga eceran tertinggi (HET) Rp 18.000 sesuai Pergub Bali Nomor 63 Tahun 2022 juga dipatuhi.
“Saya pilih Bali sebagai wilayah yang dikunjungi karena dapat masukan untuk ke sini dari DPR dan Pemerintah Daerah. Ternyata dari pantauan langsung, suplai aman dan harga eceran tertinggi sudah ssesuai,” kata Nicke.
Pantauan langsung dilakukan Nicke di Pangkalan I Kadek Sudarma berlokasi di Banjar Kebalian, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pantauan ini terlihat juga Anggota DPR RI Nyoman Parta.
“Tiap hari dapat pasokan 100 tabung elpiji 3 kg,” kata I Kadek Sudharma, pemilik pangkalan. Ketersediaan elpiji ‘melon’ ini dinilai mencukupi, namun disebutkan bahwa untuk pembelian diperlukan registrasi KTP. Registrasi KTP ini hanya dilakukan cukup sekali di awal saja.
‘Sidak’ kedua Nicke Widyawati dilakukan di Pangkalan I Made Budiartha berlokasi di Banjar Buluh, Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Tumpukan elpiji warna hijau pun siap ditebus oleh konsumen.
Beranjak ke Denpasar, tepatnya di Pangkalan Usaha Dagang di Jalan Nangka No.113, pemilik pangkalan Nyoman Trisna mengaku pada Minggu pagi mendapat pasokan 100 tabung elpiji 3 kg dari agen.
Uniknya pada saat sidak di pangkalan ini, Nicke menerima informasi jika toko yang berjarak 30 meter dari pangkalan mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan elpiji 3 kg. Namun setelah diurut, ternyata toko kelontong dimaksud tidak membeli di pangkalan, melainkan dari pedagang canvas atau keliling.
“Sebenarnya ketersediaan dan distribusi aman. Sementara untuk pengecer yang katanya kosong, semestinya mengambil dari pangkalan yang jaraknya 30 meter, dan bukannya dari kendaraan yang ngedrop, secara aturan tidak ada mekanisme itu,” tegas Nicke.
Baca Juga: Pertamina Pesanggaran Berkomitmen Tanam 3000 Mangrove di Tahun 2023
Terkait dengan fakta di lapangan yang sejak dua pekan lalu terjadi kelangkaan, Nicke menyebut karena Bali menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
“Kebutuhan meningkat, dan ada kekhawatiran selama tanggal 2 hingga 12 Agustus, Galungan dan Kuningan, tidak mendapat elpiji 3 kg, sehingga terjadi aksi borong 3-4 tabung elpiji 3 kg. Ya tentu kalau ini terjadi suplai di lapangan berkurang,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada segenap masyarakat Bali agar tenang dan tidak khawatir dengan ketersediaan elpiji 3 kg. “Jangan khawatir, suplai selalu ada,” ujarnya. Dasar ini tidak lepas dari data yang dimilikinya, dari kebutuhan 8 juta tabung elpiji 3 kg, sudah terdistribusi 1.002.000 tabung elpiji 3 kg. “Jadi sangat aman, apalagi setelah saya melakukan pengecekan di Agen suplai selalu banyak, begitu juga di SPBE juga aman. Jadi belilah sesuai kebuhan, setiap hari barang dikirim,” pesannya.
Mekanisme pelaporan juga disediakan di nomor call center 135 dimana jika masyarakat melihat ada lokasi yang seharusnya ada namun kosong bisa melaporkan, begitu juga manakala ditemukan penyimpangan untuk segera ditindaklanjuti oleh Pertamina.
“Tidak perlu panic buying, suplai aman, distribusi aman betul,” kata Nicke yang mengaku dari Bali juga akan meninjau daerah lain yang diterpa isu kelangkaan elpiji 3 kg. Sebelum ke Bali, sehari sebelumnya Nicke menggelar rapat koordinasi via video conference dengan general manager (GM) di seluruh unit operasi pemasaran pada Sabtu (29/7/2023) sore.
Pantauan langsung itu juga dilakukan bersama dengan Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga dan Supervisor Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC).