Suara Denpasar - Kota Mataram di Indonesia disebut klub raksasa Liga Italia, Inter Milan saat memperkenalkan kiper barunya, Emil Audero Mulyadi.
Dilansir dari laman bolatimes.com Inter Milan resmi mengumumkan Emil Audero sebagai pemain pinjaman dari Sampdoria dengan opsi pembelian pada Kamis (10/8/2023) malam WIB hanya beberapa jam setelah sang pemain menjalani tes medis.
Adapun Emil Audero menjadi kiper kedua yang direkrut Inter, usai mendatangkan nama senior, Yann Sommer dari Bayern Munchen.
Dari dua kiper yang sudah didatangkan, Inter disebut akan menjadikan Yann Sommer sebagai kiper utama, sementara Emil Audero akan menjadi pelapis.
Menariknya, khusus sang kiper keturunan Indonesia ini, Nerazzurri bahkan menggunakan klausul peminjaman dengan pembelian senilai 7 juta euro di bursa transfer musim panas 2024 nanti.
Diketahui, Emil Audero merupakan opsi kesekian yang coba didatangkan oleh Inter Milan di bursa transfer musim panas 2023 ini.
Sebelumnya, Inter sempat berpeluang mendatangkan Anatoliy Trubin dan beberapa kiper lainnya selepas menjual Andre Onana ke Manchester United.
Selain itu, Inter juga melepas sang kiper senior, Samir Handanovic dengan status bebas transfer di musim panas ini.
Dalam perkenalan Emil Audero, Inter memilih sikap yang justru bertolak belakang dengan AC Milan saat meresmikan pembelian Tijjani Reijnders dari AZ Alkmaar beberapa waktu lalu.
AC Milan tidak menyinggung sama sekali perihal darah Indonesia Reijnders, sedangkan Inter justru menghormati "bendera Merah Putih" saat memperkenalkan Emil Audero.
“Dua budaya, dua jiwa, dua dunia yang bertemu: ketenangan laut Indonesia berpadu dengan ketahanan dan kekuatan pegunungan Piedmont. Kualitas yang menjadi ciri khas Emil Audero Mulyadi, kiper anyar Nerazzurri sejak kecil,” tulis Inter di laman resmi mereka.
“Lahir pada 18 Januari 1997 di Mataram, di pulau Lombok, dari ayah Indonesia dan ibu Italia, Emil dibesarkan di Cumiana, di provinsi Turin. Di sini dia pertama kali menendang bola, di sinilah kisah cintanya dengan olahraga ini dimulai.”
"Ketenangan, kekuatan mental, dan kesadaran diri: ini adalah kualitas fundamental seorang penjaga gawang menurut Audero. Kualitas yang terwakili dalam gaya permainan Emil. Dia siap menghadapi petualangan baru ini dengan mengenakan jersey Inter,"demikian sanjungan Nerazzurri ke pemain keturunan Indonesia itu. (*/Ana AP)