Suara Denpasar - Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali akan berakhir pada 5 September 2023 mendatang. Salah satu kandidat yang dipilih oleh DPRD Provinsi Bali untuk menjadi Pj Gubernur Bali adalah Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas RI, Ervan Maksum.
Menanggapi hal tersebut, Ervan mengatakan soal terpilih atau tidaknya yang jelas selama ini dia sudah berkontribusi untuk Bali seperti jalan, air, pengolahan sampah dan yang terbaru adalah rencana pembangunan LRT atau kereta cepat bawah tanah di Bali.
"Saya itu tugasnya menjalankan tugas saja, baik mau saya terpilih ataupun tidak saya tetap berkontribusi buat Bali. Hari ini yang saya lakukan adalah masalah invest jalan, terutama jalan-jalan daerah, saya juga invest air, biar air minum bisa terlayani di sambungan rumah," terang Ervan Maksum kepada Suara Denpasar saat berkunjung bersama rombongan Bappenas RI di Art Centre Denpasar, Bali, Sabtu (19/8/2023).
"Kita juga ingin memanfaatkan kompos dari pengolahan sampah sehingga bisa serkuler RDF (Refuse Derived Fuel) nya. Terus kita merencanakan untuk membangun LRT di bawah tanah karena memang skemanya, sekarang bisa kita formulasikan dengan cara pembiayaannya," urai Ervan.
Ervan mengaku hanya akan menjalankan tugas apabila terpilih sebagai Pj Gubernur Bali. Maka hal yang akan dilakukan adalah melanjutkan program-program yang sudah dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster.
"Yang jelas kan saya pertama menjalankan tugas, itu nomor satu. Dan yang kedua meneruskan apa yang dilakukan Pak Gubernur (Wayan Koster) sekarang yang sudah sangat bagus sekali fundamentalnya, terstruktur, terus sudah ada haluan ke depan juga (Bali Era Baru)," kata dia.
Sementara terkait, pariwisata Bali, Ervan Maksum menjelaskan tetap melanjutkan atau bahkan akan meningkatkan program yang sudah dicangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, yaitu pariwisata yang berkualitas.
Menurutnya, pariwisata yang berkualitas juga tergantung pada masyarakat lokal, apakah sudah taat terhadap norma atau aturan yang berlaku. Dia menjelaskan langkah pertamanaya adalah Bali harus dibikin nyaman.
"Kalau masalah tourism kita meningkatkan kualitas tourism. Dan banyak orang pintar di Bali juga yang ingin berkontribusi pemikirannya untuk memajukan Bali dan membuat Bali itu menjadi nyaman sehingga orang berkontribusi," ungkapnya.
Baca Juga: Wayan Koster Sempat Berminat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Erick Thohir: Nanti Jadi Bumerang
"Kalau Bali dibikin nyaman orang-orang akan bisa berbuat baik untuk Bali dengan aturan koridor yang sudah kita sampaikan bukan dieksploitasi tapi ditingkatkan menjadi lebih baik lagi," tandasnya. (*/Dinda)