Suara Denpasar - PSIS Semarang berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Bali United di laga ke-11 Liga 1 di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu malam (2/9/2023). Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco pun memberi pernyataan atas kekalahan anak asuhnya.
Bali United harus pulang ke Pulau Dewata dengan tanpa poin. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan sang tuan rumah.
Asa membawa poin pun sirna. Padahal, Bali United punya catatan baik saat bersua PSIS Semarang sejak tahun 2018. Yakni lima kali menang, 2 seri, dan 1 kali kalah. Kekalahan ini menambah catatan Bali United kalah dua kali dari Laskar Mahesa Jenar.
Kekalahan ini juga cukup menyakitkan. Sebab, ini pertama kali Bali United bertanding di markas PSIS Semarang. Dalam 8 pertandingan sebelumnya, laga kandang PSIS Semarang meminjam stadion lain karena renovasi stadion, pandemi Covid-19, hingga peristiwa Kanjuruhan.
PSIS Semarang unggul lebih dulu melalui Carlos Fortes pada menit ke-24 dan Gali Freitas pada menit ke-50. Bali United memperkecil kekalahan melalui Jefferson Assis yang sukses jadi supersub.
Pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco menyatakan bahwa anak asuhnya sudah berjuang keras untuk menambah gol.
Akan tetapi, Fadil Sausu dkk dianggapnya tidak beruntung. Kata pelatih asal Brasil ini, gol pertama PSIS tercipta karena gol bunuh diri.
"Di babak kedua, meski tertinggal 2-0, kami tetap bekerja keras untuk membuat minimal satu gol di pertandingan ini," ujarnya usai laga dilansir dari Antara.
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius mengaku gembira bisa mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Dia memuji permaian David Maulana dkk.
"Saya bahagia pemain berjuang hingga akhir, pemain kompak hingga akhir," ujar pelatih asal Malta ini. (*)