Suara Denpasar- Hingga Sabtu, 14 Oktober 2023 upaya pemadaman api kebakaran di TPA Suwung, Denpasar masih terus dilakukan.
Masyarakat di sekitar TPA Suwung, Denpasar, kini dilaporkan terkena dampak dari kebakaran tersebut.
Tim gabungan dari BPBD Provinsi Bali, Dinsos Kota Denpasar, dan PMI Kota Denpasar sudah membangun tenda pengungsian di Kantor Lurah Serangan.
Tenda pengungsian untuk masyarakat sekitar lokasi yang terdampak itu sudah dilengkapi dengan sarana pendukung dan fasilitas kesehatan beserta tim medis.
Jumlah pengungsi yang terdata sampai Sabtu, 14 Oktober 2023 pukul 12.00 Wita sudah mencapai 42 orang.
Dalam postingan di akun Instagram resmi BPBD Bali warga yang mengungsi terdiri dari anak-anak hingga orang tua.
Masyarakat yang mengungsi di Kantor Lurah Serangan dikatakan masih ada kemungkinan mengalami penambahan, mengingat api kebakaran TPA Suwung yang belum berhasil dipadamkan.
Maka dari itu, pendataan akan terus dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Denpasar Selatan.
Personil PMI juga diturunkan guna melaksanakan pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Eks Persis Solo Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik di Liga 2, Persija hingga Persikabo 1973 Tertarik?
Warga yang mengungsi diketahui telah mendapat pasokan bantuan berupa nasi kotak juga kasur lipat.
Antisipasi pun telah dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi penambahan warga yang mengungsi.
Telah disiapkan dua alternatif strategi yakni, pertama, menggelar tenda pengungsian dengan segala kelengkapannya.
Kedua, menyiapkan beberapa gedung pemerintah (balai diklat) sebagai tempat penampungan.
Balai diklat dipandang efektif untuk mengakomodir pengungsi, karena memiliki pengalaman saat karantina Covid-19, semuanya dikatakan relatif lebih mudah dan warga merasa lebih nyaman.(Rizal/*)