Suara Denpasar – Jumat (20/10/2023) kemarin menjadi hari kedua kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan beberapa jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk mendampingi Presiden Joko Widodo di KTT Asean - Gulf Cooperation Council (GCC).
Melansir akun official @erickthohir, Sabtu (21/10/2023), pada KTT tersebut, Presiden Joko Widodo – Perdana Menteri dan Pangeran Mahkota Kerajaan Arab Saudi Muhammad bin Salman menjadi ketua bersama (co-chair).
Sementara itu, dalam pertemuan dengan para pemimpin negara di dua kawasan tersebut, isu yang dibahas lebih concern kepada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan perdagangan antar-kawasan.
Namun, ada hal yang menarik dari pertemuan tersebut, setelah Menteri BUMN sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum PSSI Erick Thohir justru diterpa berbagai komentar dari netizen hingga menyebutkan janji-janji Erick Thohir yang belum dipenuhinya.
“Gak mungkin pak erick jadi cawapres, karena beliau masi banyak urusan di BUMN dan PSSI,” ujar @alfianmulyadi_15.
“@alfianmulyadi_15 kita sekedar mengingatkan dulu, kalo beneran jadi cawapres rasanya bakal jadi blunder pasti dihujat pecinta bola,” tambah @roman_54j.
“@roman_54j ga ko. Kita gabole berprasangka buruk. Berdo'a saja mudahan dengan terpilihnya pak erik sebagai cawapres lebih mudah bagi PSI untuk maju dan maju terus sampai ke kancah internasional. Seorang pak erik ga mungkin membiarkan PSI begitu saja. Pasti ada wacana yang sudah di persiapkan matang". Percayalah,” kata @_friscamicella.
“@_friscamicella wkwkk masih banyak janji pak erick di pssi ... VAR, pelatihan wasit, pengembagan usia dini, mafia bola, suporter rusuh, pembenahan liga ingat liga kita masih jauh dibawah Malaysia, pak erick baru beberapa bulan dipssi belom ada janji yg keliatan terealisasi, timnas aja keliatan bagus itu masih hasil dari ketum sebelumnya liat liga indonesia nggak? Liat kualitasnya gimana,” timpal @roman_54j. (*/Ana AP)