Suara Denpasar – Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1, Anies Baswedan baru-baru ini menyampaikan pendapatnya sekaligus kritik terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Capres yang diusung Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pembangunan IKN hanya menguntungkan segelintir pihak.
Anie menyebut fasilitas yang nantinya ada di IKN hanya dinikmati oleh aparat negara dan bukan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
“Kalau kami lihat manfaat dari fasilitas kesehatan itu akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tetapi kalau di sini (IKN) dirasakan oleh aparat negara yang nanti bekerja untuk negara,” ucap Anies dilansir dari laman Suara.com, Minggu (3/12/2023).
Kritik tersebut disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu saat menghadiri Forum Conference Indonesian Foreign Policy 2023 di Hotel Grand Sahid, Jakarta hari Sabtu (2/12/2023).
Meski beberapa waktu lalu kritikan Anies soal pembangunan IKN telah direspons Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang menjelaskan bahwa pembangunan IKN telah diatur Undang-Undang.
Anies menegaskan apabila ia terpilih bersama Muhaimin Iskandar sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) di kontestasi Pemilihan Umum 2024. Pihaknya akan mengkaji ulang Undang-Undang IKN.
“Kalau kata undang-undang, hari ini ibu kotanya masih Jakarta dan menurut Undang-Undang nantinya akan pindah ke Nusantara, Betul?,” ujarnya.
“Nanti saya lihat, kalau saya terpilih kita akan kaji ulang itu semua (IKN),” tegas Anies.
Baca Juga: Anies Presiden, Jakarta Tetap Ibu Kota! Pentingkan Kesehatan dan Pendidikan Dibanding IKN
Menurut Anies yang saat ini dibutuhkan masyarakat Indonesia adalah pembangunan mendasar yang bisa dirasakan oleh semua masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bukan tentang IKN saja. (*/Ana AP)