Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:26 WIB
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Indonesia bergabung Board of Peace atas permintaan khusus dari masyarakat Palestina.
  • Palestina ingin Indonesia hadir mengawal setiap keputusan internasional terkait nasib mereka.
  • Menlu Sugiono sebut keterlibatan RI bertujuan menghentikan kekerasan di kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah, mengungkapkan bahwa keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) didasari oleh permintaan langsung dari pihak Palestina. Hal itu disampaikan Rezasyah usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Rezasyah menjelaskan bahwa keseriusan Prabowo dalam urusan kemerdekaan dan perdamaian di Palestina merupakan respons atas harapan masyarakat Palestina yang ingin Indonesia selalu hadir dalam setiap forum internasional yang membahas nasib mereka.

"Selama ini mungkin muncul persepsi bahwa kita 'ditarik' masuk ke BoP, padahal tidak. Masyarakat Palestina justru selalu meminta agar setiap keputusan mengenai Palestina melibatkan Indonesia di dalamnya," ujar Rezasyah.

Ia menambahkan, kehadiran Indonesia di forum tersebut diharapkan dapat memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia sekaligus mengawal realisasi kemerdekaan Palestina. 

"Mereka ingin Indonesia berada di sana. Inilah yang belum banyak diketahui publik. Kita hadir bukan karena terseret arus, melainkan memenuhi harapan masyarakat Palestina," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan tindak lanjut dari diskusi mendalam dengan negara-negara terkait di kawasan Timur Tengah. 

"Negara-negara yang berada di garis depan mengalami instabilitas akibat konflik. Oleh karena itu, kami berdiskusi mengenai cara menghentikan kekerasan dan serangan. Dampak konflik ini tidak hanya menyentuh Gaza dan Palestina, tetapi juga memengaruhi stabilitas seluruh wilayah Timur Tengah," jelas Sugiono.

Melalui keanggotaan ini, Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam menciptakan stabilitas kawasan dan memastikan aspirasi warga Palestina tersampaikan di kancah global.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP

Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza

Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:02 WIB

Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?

Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×