Depok.suara.com, Pengumuman kenaikan yang mendadak dan dilakukan diwaktu semua orang tengah beraktifitas menurut Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo pemerintah seperti tidak peduli pada kegiatan ekonomi rakyat yang bergeliat.
"Tiba-tiba semua pengendara harus menyesuaikan diri dengan kenaikan harga BBM yang diberlakukan pukul 14.30 WIB," ujar Sartono seperti dilansir laman resmi DPR RI.
Biasanya kenaikan harga BBM, kata Sartono, dilakukan di pergantian hari untuk mempermudahkan adaptasi dari kenaikan harga.
"Ini di siang hari mendadak. Bayangkan rakyat kecil seperti supir angkot, supir truk, dan lain-lain yang di tengah perjalanan harus menyesuaikan," katanya.
Karenanya, lanjut Sartono, dirinya mempertanyakan, apakah pemerintah sadar bahwa kenaikan harga BBM akan berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat? Dan yang jelas, inflasi pasti mengalami kenaikan dan harga bahan pangan akan kembali naik.
Kenaikan harga pertalite dan solar, lanjut Sartono, akan memengaruhi masyarakat termasuk kelas menengah, karena pasti mulai menahan belanjanya.
"Penahanan belanja masyarakat akan berimbas pada permintaan industri manufaktur yang berpotensi terpukul dan serapan tenaga kerja terganggu hingga akhirnya target-target pemulihan ekonomi pemerintah tidak sesuai target yang dicangkannya," katanya.
Sartono menuturkan, sebelumnya pemerintah pernah menurunkan harga pertamax turbo sebagai imbas dari turunnya harga minyak dunia ke level USD80.
Bila kelak minyak dunia turun lagi, bagaimana sikap pemerintah kemudian. Ini jadi pertanyaan serius.
Baca Juga: Siswa SMP Rusak Ruang Belajar Siswa Sekolah Dasar, LPA Kota Mataram Duga Ada Provokasi Guru
"Kami akan terus mendorong pemerintah meningkatkan kemampuan penyaluran subsidi BBM agar semakin tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran yang ada. Kenaikan bukanlah solusi yang dikehendaki rakyat," tandasnya.