Depok.suara.com, Terkait naiknya harga BBM belum lama ini yang banyak menuai pro-kontra ditengah masyarakat membuat sejumlah kalangan angkat bicara, salah satunya Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Dadi Palgunadi.
Dadi Palgunadi atau yang kerap disapa Dadi mengatakan bahwa kebijakan tersebut menurutnya adalah langkah yang realistis.
Pasalnya, kata Dadi, hal tersebut juga dapat meringankan beban APBN yang tiap tahun kian membengkak lantaran alokasi anggaran subsidi.
"Tiap tahun pemerintah harus mengalokasikan dana untuk subsidi BBM sebesar Rp 502,4 triliun atau naik sekitar tiga kali lipat dari periode sebelumnya yang berjumlah Rp 152 triliun," kata Dadi.
Sementara, lanjut Dadi, selama ini subsidi BBM paling banyak dinikmati oleh masyarakat kelompok menengah ke atas.
"Sebenarnya subsidi itu tidak dicabut, tapi dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan," tuturnya.
"Untuk itu, GPMN mendukung kebijakan pengalihan subsidi ini karena hal ini ditujukan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” sambungnya.
Selain itu, Dadi menuturkan, pihaknya siap membantu pemerintah untuk mengawasi program penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan terkait kebijakan pengalihan subsidi ini agar tepat sasarannya.
Terlebih kata Dadi, pemerintah juga akan menyalurkan program bantuan sosial terkait dampak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, melalui program seperti BLT BBM, diharapkan berlangsung lancar dan tepat sasaran.
Baca Juga: Rekap Final Japan Open 2022: Tuan Rumah Bawa Dua Gelar, China Satu
“Tentunya dalam kondisi seperti ini, ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan program penyaluran bantuan sosial demi keuntungan dirinya sendiri," katanya.
Karenanya, lanjut Dadi, pihaknya berharap pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat dalam pelaksanaan penyaluran program bantuan sosial tersebut.
"GPMN mendukung program pemerintah tersebut dan siap berperan aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan,” tandasnya.