Depok.suara.com - Pada mitologi masyarakat Yunani terkena sebuah makhluk bernama pegasus, sejenis hewan yang menyerupai kuda bertanduk yang dapat terbang karena memiliki sayap.
Tidak hanya di Eropa, pada masyarakat Jawa, juga terdapat hewan yang menyerupai pegasus yang disebut kuda sembrani. Hewan ini dipercaya sebagai kuda tunggangan legendaris.
Kuda Sembrani konon merupakan hewan tunggangan dari para raja-raja Jawa. Seekor kuda bersayap yang dapat terbang ini dikisahkan sangat berani. Bahkan, bagi sebagian masyarakat Jawa, keberadaannya dianggap sebagai mustika.
Bambang Suwondo dalam Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta seperti dinukil dari Hewanpedia menyebutkan dalam cerita pewayangan, kuda sembrani dikisahkan sebagai kuda tunggangan Batara Wisnu.
Sementara menurut hikayat rakyat Jawa, sembrani merupakan alat transportasi bagi raja, ratu dan senopati. Konon para petinggi kerajaan itu sengaja bepergian menggunakan kuda sembrani agar lebih muda dan cepat sampai tujuan.
Kemampuan terbang kuda sembrani dikenal luar biasa. Dalam sekali kepakan sayap, kuda sembrani dapat melesat sejauh ratusan kilometer. Konon, para raja Mataram sengaja menggunakan kuda sembrani untuk berangkat ke Makkah guna menunaikan ibadah haji.
“Salah satu raja Jawa yang konon biasa menggunakan kuda sembrani untuk pergi ke Makkah adalah Sultan Agung yang memimpin Mataram Islam,” ujar Bambang.