Depok.suara.com, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok terus melakukan pencarian korban seorang pelajar SMPIT Al Hikmah Depok, yang terseret arus deras aliran Curug Kembar, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu 12 Oktober 2022 yang belum diketemukan dengan menyisir sungai Ciliwung.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana, mengatakan, terkait masih belum diketemukannya salah satu siswa SMPIT Al Hikmah yang terseret arus deras aliran Curug Kembar pihaknya menerjunkan sejumlah anggota untuk terus melakukan penyisiran di sungai Ciliwung.
Titik awal penyisiran, kata Gandara, dimulai dari Jembatan Oranye di kawasan Kalimulya, Kecamatan Cilodong hingga kolong jembatan Tol Jalan Juanda, yang berjarak sekira 10 kilometer (Km).
"Penyisiran di Sungai Ciliwung Tim Damkar dengan melibatkan satu perahu dan enam orang anggota," kata Gandara Budiana seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Depok.
Lebih lanjut Gandara mengatakan, kegiatan ini akan terus dilakukan hingga tiga hari hingga hari ini Minggu (16/10/2022) dengan menggunaan satu perahu karet, dayung dan pelampung. Dan alat keselamatan berupa helm dan alat komunikasi.
"Kami juga koordinasi dengan Komunitas Ciliwung yang ada untuk selalu melakukan pemantauan," terangnya.
Seperti diketahui, empat siswa SMPIT Al Hikmah Depok, dilaporkan terseret arus deras aliran Curug Kembar, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu 12 Oktober 2022 sore.
Informasi yang dihimpun, Kamis 13 Oktober 2022, menyebutkan, tiga dari empat siswa asal Kota Depok itu meninggal dunia. Sementara satu siswa lagi belum ditemukan sampai saat ini.
Korban meninggal dunia bernama Tara Taskin (13 tahun), Amira Hana (14 tahun), dan Raka Alfa (13 tahun). Korban yang dilaporkan belum berhasil ditemukan adalah Andini (15 tahun).
Baca Juga: 6 Poin Isi Perdamaian Lesti Kejora dan Rizky Billar Usai Cabut Laporan