Depok.suara.com- Momen Reformasi 1998 sekaligus lengsernya Soeharto memang menjadi momen tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia, pasalnya momen tersebut menjadi salah satu tonggak sejarah bagi Indonesia.
Selama 32 tahun memimpin Indonesia, Soeharto akhirnya memilih mundur dari jabatannya sebagai presiden karena banyak masyarakat tanah air yang menginginkan perubahan.
Tentunya, banyak lapisan masyarakat yang terlibat dalam reformasi 21 Mei 1998 dan salah satu tokoh yang terlibat reformasi 98 adalah Amien Rais.
Bahkan, banyak yang tak mengetahui bahwa Amien Rais merupakan sosok penting dibalik terwujudnya reformasi, bahkan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu harus melewati berbagai tantangan.
Tak tanggung-tanggung tantangan yang harus dihadapi Amien Rais menyangkut soal nyawa dirinya dan keluarganya, politisi berusia 79 tahun itu mengaku sempat mendapat ancaman berturut-turut jelang lengsernya Soeharto.
Hal tersebut ia ceritakan dalam kanal YouTube Refly Harun pada 2020 lalu, ketika disinggung soal lengsernya Soeharto dan reformasi yang begitu menegangkan.
"Sebelum Tanggal 20 itu Pak Amien pernah mengalami ancaman enggak? Misalnya ancaman pembunuhan, intimidasi dan lain sebagainya,” tanya Refly Harun kepada Amien Rais.
Menanggapi pertanyaan dari Refly Harun, Amien Rais tak mengelak bahwa ia mendapatkan berbagai ancaman saat itu.
Bahkan, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu mengaku bahwa ia pernah mendapat telepon gelap dari orang yang tak dikenal.
Baca Juga: Selain Jaane Jaan, Ini 5 Film yang Pernah Dibintangi Kareena Kapoor
"Saya mendapat ancaman telepon gelap," kata Amien Rais sebagaimana yang dikutip dari YouTube Refly Harun pada Senin (26/9/2023).
"“‘Apa Anda sudah bosan hidup’, waktu itu ‘Anda siapa ke sini saja kalau mau ngomong’,” tutur Amien Rais yang kala itu mengancam orang yang menelponnya tersebut agar menemuinya langsung.
Tak hanya itu, Amien juga mendapat ancaman yang berkaitan dengan anak-anaknya saat itu.
Mantan pemimpin organisasi Muhammadiyah itu mengaku sampai ketakutan saat keselamatan anak-anaknya terancam.
Sebab, sebagaimana yang ia ceritakan kepada Refly Harun, seorang pengancam yang tak diketahui identitasnya itu akan menyiram anak-anaknya menggunakan air raksa.
"Waktu itu saya agak takut ketika (dia) mengatakan, ‘Hei Amien Rais, kita tahu lho jadwal anak-anakmu sekolah di mana, Kapan, nanti kita siram air raksa biar buta dan lain-lain,” tuturnya.