Depok.Suara.Com - Jessica Iskandar memberikan kabar terbaru mengenai kasus penipuan sebesar Rp10 miliar yang ia alami.
Dalam siaran podcast Merry Riana, Jedar yang akrab dipanggil demikian mengungkapkan tentang keberadaan tersangka Steven yang sedang melarikan diri ke Singapura.
Saat ini tengah berlangsung proses penyelidikan, terduga Steven telah dilarang bepergian dan saat ini terdaftar dalam daftar merah karena dia sedang melarikan diri ke Singapura.
Namun begitulah, barangkali kepolisian kita masih mempelajari secara lebih mendalam bagaimana Steven ini," ujar Jedar, pada hari Sabtu (30/9). Sejak pertama kali dia terbongkar melakukan penipuan pada saya, dia melarikan diri ke Singapura.
Sejak Don dilahirkan sekitar 15 bulan yang lalu, ia sudah melarikan diri ke Singapura.
Saat ini, Jedar hanya dapat menyerahkan sepenuhnya segala hal kepada Tuhan dan terus mengawasi tindakan yang akan diambil oleh pihak polisi.
Pastinya dia telah berupaya maksimal dalam melawan untuk mempertahankan haknya. Namun, sekali lagi semua keputusan hanya Tuhan yang mengetahuinya.
Jedar juga mengungkapkan bahwa ia pernah berada di saat-saat di mana ia selalu menulis surat kepada Tuhan.
Pada saat itu, kejadian tersebut berlangsung pada awal-awal dia menghadapi permasalahan penipuan ini dan masih berada di Bali.
Baca Juga: Diperiksa Terkait Promosi Judi Online, Amanda Manopo Bergaya Simpel Kenakan Hoodie Belasan Juta
Sebab, tak ada teman untuk berbagi cerita, Jedar pada akhirnya membagikan permasalahannya Tuhan.
"Aku hanya memiliki satu buah buku, oleh karena itu setiap harinya saya menulis 'Dear God'. Tiap harinya, saya selalu menuangkan keluh kesahku dalam buku tersebut. Jadi, segala yang aku alami, apa yang aku harapkan, apa yang aku perasaan, apa yang aku keinginan. Jedar mengungkapkan bahwa dia menuliskan segala kekesalan, kebahagiaan, dan rasa syukurnya ditulis di buku itu" ungkap Jedar.
Ibu yang memiliki dua anak ini kemudian menceritakan apa yang terkandung dalam surat yang telah ia tulis untuk Tuhan.
"Meskipun terkesan seperti drama, tetapi bagi saya itu sangat bermanfaat. Saya mendedikasikan jurnal ini untuk Tuhan, oleh karena itu saya telah menyerahkan jurnal ini kepada Tuhan. Tuhan, aku adalah anakmu, aku tahu kau sayang padaku, biarkan ini terjadi padaku, ijinkanlah hal ini menimpa diriku. Namun tetaplah membimbing aku, teruslah mengajariku untuk mencapai moral yang baik dalam hidupku," lanjutnya. (*)