Depok.suara.com - Kasus pembunuhan kopi sianida kembali muncul ke tengah publik setelah sekian tahun berlalu. Apalagi, Netflix telag menayangkan film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso pada pekan lalu.
Sehingga, publik dapat mengetahui secara menyeluruh kasus pembunuhan tersebut. Terlebih, film dokumenter ini kembali mengulas tentang kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin di tahun 2016 lalu.
Seiring dengan perilisan dokumenter tersebut, banyak pertanyaan muncul di kalangan publik salah satunya terkait apa benar sosok Jessica Wongso yang divonis 20 tahun penjara benar pelakunya.
Sejumlah orang yang diwawancarai dalam serial itu bahkan membuat publik mencurigai mereka. Salah satunya adalah Rangga barista yang meracik ice coffee vietnam milik Mirna Salihin.
Dalam dokumenter itu diketahui pegawai kafe Olivier, seperti dirinya, manager wanita dan sejumlah karyawan lainnya sempat bertemu dengan Edi Darmawan sebelum sidang kasus ini dimulai.
Saat ditanyakan oleh produser tentang apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut Rangga sang barista mengaku tidak ingat.
"Itu suasana pertemuannya bagaimana? Apa yang dibahas ketika bertemu?," tanya produser.
"Saya lupa, itu sudah lama sekali soalnya," kata Rangga.
Sementara itu, manager wanita di kafe Oliveir itu mengaku tak bisa bicara banyak.
Baca Juga: Pecah Abis! NCT 127 Resmi Rilis Video Musik Lagu Utama 'Fact Check'
"Saya takut salah bicara ya," kata wanita itu.
Pernyataan keduanya semakin menimbulkan kecurigaan publik. Terutama Rangga padahal kejadian tersebut sangat ramai dan tidak mungkin dilupakan begitu saja.
Di tengah pernyataannya itu, publik kembali mengingat kabar Rangga yang mendapat transferan uang senilai ratusan juta dari suami Mirna, Arief Soemarko di tahun 2016 lalu.
Salah satu saksi bernama Amir mengaku sempat melihat dua orang mirip suami Mirna dan Rangga barista kafe Olivier sehari sebelum kejadian di pusat perbelanjaan.
"Jarak pandang itu 5 meter ada. Ada kamera saya liat di gedung itu tidak ada 'maaf pak rekaman Januari tidak ada, pak Amir datang kan di Mei' Karena pada saat itu dibuka," kata Amir.
Amir juga sempat menunjukkan foto di ponselnya.