Temuan Mengejutkan Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres: Kaki Ditutup Plastik, Tak Mau Ada Listrik hingga Buku-buku Agama

Dexcon

Selasa, 15 November 2022 | 18:15 WIB
Temuan Mengejutkan Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres: Kaki Ditutup Plastik, Tak Mau Ada Listrik hingga Buku-buku Agama
Suara.com/Yosea Arga Pramudita

Kematian kakek Rudyanto Gunawan dan tiga anggota keluarga yang ditemukan membusuk di kediamannya di Perum Citra Garden Extension I, Kalideres, Jakarta Barat masih menjadi misteri. Perlaha ditemukan adanya kejanggalan dalam kasus itu termasuk soal alas plastik yang dikenakan anggota keluarga sebelum mereka ditemukan tewas. 

Fakta itu diungkapkan oleh Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto. Menurutnya, soal penggunaan plastik untuk alas kaki itu terungkap dari keterangan warga di sekitar lokasi penemuan mayat. 

"Beberapa saksi pernah melihat beberapa (korban) memakai alas kaki plastik," kata Benny seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (16/11/2022).

Selain itu, kata Benny, ditemukan barang bukti berupa buku-buku berbagai ajaran agama di rumah korban. Dia pun meminta agar polisi mengusut temuan barang bukti buku guna mengungkap motif atas kematian satu keluarga itu. 

"Penyidik ketika menangani kasus selalu membuka ruang segala kemungkinan motif kasus tersebut. Melihat adanya hal-hal yang tidak biasa, seperti korban menutup diri dari keluarga, menggunakan alas kaki ditutup plastik, tidak mau ada listrik dan tidak ada makanan di TKP, maka temuan buku-buku menjadi penting untuk didalami, apakah mungkin ada kaitannya dengan peristiwa tersebut," katanya. 

"Ini tentunya perlu menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratoris terhadap beberapa barang bukti lainnya seperti handphone dan lain-lain," imbuhnya. 

Olah TKP di Rumah Satu Keluarga Tewas di Kalideres [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]
Olah TKP di Rumah Satu Keluarga Tewas di Kalideres (sumber: Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Diduga Penganut Paham Apokaliptik

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Meliala sempat menduga keempat korban menganut paham apokaliptik. Peristiwa ini menurutnya serupa dengan kematian massal pengikut sekte Peoples Temple pimpinan Jim Jones di Guyana, Amerika Selatan pada 1978.

"Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana. Atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," ungkap Adrianus kepada wartawan, Senin (14/11/2022).

baca juga

Pihak kepolisian sempat menyebut keempat korban, yakni Rudyanto Gunawan (71), Margaretha (68), Budianto Gunawan (68), dan Dian (42) ditemukan tewas dalam kondisi lambung tidak terisi. 

Adrianus menilai keempat korban bisa jadi memilih cara mengakhiri hidupnya dengan tidak makan. Meskipun cara tersebut tergolong ekstrim.

"Mungkin ini konsepsi "silih" yakni membuat diri menderita demi suatu kenikmatan di kemudian hari," jelasnya. 

Adapun, terkait adanya temuan bahwa korban sempat menunggak listrik hingga berupaya menjual rumah menurut Adrianus tidak serta merta berindikasi ada faktor ekonomi di balik peristiwa ini. Sebab, bisa jadi hal tersebut menurut Adrianus merupakan bagian dari cara korban mempersiapkan 'keberangkatan' menuju akhir dunia. 

"Kalau cuma menunggak listrik atau jual rumah, itu mah kecil. Kemungkinan itu bagian dari persiapan untuk "berangkat" tersebut," ungkapnya. 

Jawaban Polisi Soal Isu Sekte Sesat

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendi menyebut pihaknya belum bisa menyimpulkan soal dugaan korban pengikut sekte sesat. Dia mengklaim hingga kekinian penyidik masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. 

"Secara resmi belum bisa menyimpulkan," kata Avrilendi saat dihubungi awak media, Senin (14/11/2022).

Avrilendi mengatakan anggota dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kekinian masih memeriksa sampel lambung dan hati korban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Kita masih tunggu itu untuk menyebab kematian." (Sumber: Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belum Terungkap, Informasi Kematian Satu Keluarga di Kalideres Makin Liar

Belum Terungkap, Informasi Kematian Satu Keluarga di Kalideres Makin Liar

Depok | Selasa, 15 November 2022 | 17:00 WIB

Fakta Baru Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Temukan Buku Berbagai Ajaran Agama

Fakta Baru Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Temukan Buku Berbagai Ajaran Agama

News | Selasa, 15 November 2022 | 16:56 WIB

Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Benda Apa Saja yang Sudah Ditemukan dan Apa Ada Kaitan dengan Kasus?

Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Benda Apa Saja yang Sudah Ditemukan dan Apa Ada Kaitan dengan Kasus?

Jakarta | Selasa, 15 November 2022 | 16:52 WIB

Ke TKP Satu Keluarga Tewas Lagi, Puslabfor Polri Observasi Suhu dan Kelembapan Udara 3 Ruangan Rumah di Kalideres

Ke TKP Satu Keluarga Tewas Lagi, Puslabfor Polri Observasi Suhu dan Kelembapan Udara 3 Ruangan Rumah di Kalideres

News | Selasa, 15 November 2022 | 16:44 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×