Kisruh Dewi Perssik dengan Ketua RT gegara hewan kurban berbuntut panjang. Dewi Perssik pun menjadi sasaran kemarahan warga di tempat tinggalnya, Lebak Bulus, Jaksel. Pasalnya, Dewi Perssik disebut telah mencemarkan nama baik kampung warga setelah memfitnah Ketua RT yang disebut menolak sapi kurbannya hingga memalak uang sebesar Rp100 juta.
Peristiwa Dewi Perssik disoraki warga setelah proses mediasi antara dirinya dengan Ketua RT pada Kamis (29/6) kemarin gagal.
Dilihar dalam video yang diunggah akun TikTok @gak.muda.lagi, sempat terjadi kericuhan ketika Dewi Perssik hendak pulang ke rumahnya. Dalam video itu, warga tampak menyoraki Dewi Perssik lantaran diduga telah mencemarkan nama baik kampung.
"Ini satu kampung ini sudah kena pernyataan mbak DP, soalnya udah bawa-bawa kampung ini dan sudah mencemarkan (nama baik)," kata wanita perekam video.
Sontak video warga yang kesal hingga menyoraki Dewi Perssik menjadi sorotan netizen. Beberapa membela sang pedangdut, sementara yang lainnya merasa pak RT benar.
"Kalo aku jadi DP, beli sapi satu lagi daripada rame malah malu sendiri, urusan selesai," tulis netizen.
"Kudunya ngomong yang jelas di awal, saya mau nitip tapi tidak disembelih di sini," timpal yang lain.
"Niat baik nggak selalu hasilnya baik. Mungkin ini cara Allah untuk mengangkat derajat," tambah netizen lainnya.
Permasalahan ini berawal dari miskomunikasi antara Dewi Perssik, pak RT, dan seorang ustaz mengenai hewan kurban. Versi Dewi Perssik, sapi yang diberikan ditolak oleh RT setempat.
Dewi Perssik juga menyebut dipalak Rp100 juta oleh Pak RT sebagai biaya mengurus penyembelihan sapi.
Mediasi antara Dewi Perssik dan ustaz berjalan lancar, tetapi sebaliknya dengan pak RT.
Dewi Perssik merasa sakit hati dengan pernyataan pak RT yang seakan-akan tidak menghargai kebaikannya.
(Sumber: Suara.com)